Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Ponorogo (beritajatim. com) – Jembatan sesek pada salah satu desa di Ponorogo, viral akhir-akhir ini di dunia media sosial (medsos). Bagaimana tak, di sekitar jembatan  yang terdiri dari bambu itu terdapat papan proyek pembangunan jembatan tersebut.

Dimana, dalam papan itu tertera nilai proyek itu senilai Rp 199 juta. Tentu mewujudkan publik bertanya-tanya, bagaimana jembatan sesek tersebut nilainya segitu.

Wartawan  beritajatim. com  mencoba menelusuri lokasi jembatan sesek yang viral tersebut. Diketahui, jembatan sesek itu menghubungkan Desa Pendek dan Desa Bulak di Kecamatan Balong. Menurut keterangan warga, jembatan dari bambu itu dibuat dalam awal-awal bulan Desember lalu. Dibuat secara swadaya oleh masyarakat yang ada di dua desa tersebut.

“Kalau tidak lewat jembatan ini, warga harus memutar sekitar tiga kilometer, ” sekapur salah satu warga sekitar jembatan, Katman, Kamis (17/12/2020).

Maka dari itu, secara swadaya masyarakat membuat jembatan sesek. Pokok, kata Katman sebelumnya pada akhir bulan September lalu, dilakukan pendirian jembatan, namun belum sampai sempurna menjadi jembatan, proyek tersebut disudahi.

Dengan alasan supaya roda ekonomi di kedua tempat tetap berputar, warga yang tak sabar menanti jembatan yang hangat, akhirnya membuat jembatan bambu tersebut. Setidaknya bisa dilalui oleh instrumen roda dua.

“Pembangunan yang nilainya tersedia di papan proyek itu, cuma jadi pondasi di sisi barat dan timur. Belum jadi jembatan, ” katanya.

Tatkala itu, Kepala Desa Bulak Arini Mustifah menceritakan bahwa jalan dengan dilalui jembatan itu merupakan jalan poros. Sehingga untuk perbaikannya adalah kewenangan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Ponorogo.

Pemdes setempat mengajukan perbaikan di tahun 2019, dan akhirnya dibangun pada tahun ini. Penganggarannya dengan APBD tahun anggaran 2020 senilai Rp 199 juta.

Jembatan sesek sebab bambu yang menghubungkan Desa Bulak dan Desa Pandak di Kecamatan Balong. (Foto/Endra Dwiono)

“Anggaran Rp 199 juta itu, dalam rencana anggaran bea (RAB) memang hanya untuk pondasi yang ada di sisi timur dan barat itu, ” membuka Arini.

Untuk kelanjutan pembangunan itu, kata Arini dilanjutkan pada tahun 2021 sekitar bulan Maret atau April. Sebab, sebelumnya masyarakat meminta jika jembatan tersebut ditinggikan dan dilebarkan. Dimana awalnya tinggi cuma 4 meter, luas 3 meter. Nantinya akan ditinggikan sekitar 7 meter, lebar 4 meter dan panjang jembatan menyentuh 9 meter.

“Jembatannya yang dulu memang masih mampu dilewati, namun kondisinya kurang agung. Masyarakat meminta untuk diperbaiki dengan ditinggikan dan dilebarkan. Karena bulevar poros, ya perbaikannya kami usulka  ke Pemkab, ” pungkasnya. (end/ted).