Bonus harian di Keluaran SDY 2020 – 2021.

Sumenep (beritajatim. com) – Vila Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H. Moh. Anwar Sumenep memberlakukan kebijakan anyar berupa ‘triage’ bagi pasien rawat inap. Akibatnya, pada UGD rumah sakit tersebut, terlihat cukup banyak pasien yang menumpuk di sungguh.

Humas RSUD dr H. Moh. Anwar Sumenep, Arman Endika menjelaskan, kebijakan ‘triage’ itu terdesak diberlakukan mengingat ada peningkatkan jumlah kasus positif Covid-19 pada pasien yang merembes ke RSUD dalam sepekan terakhir.

“Pasien-pasien yang ke rumah sakit ini setelah di swab ternyata banyak yang terkonfirmasi Covid-19. Sebab itu, kami harus bertambah ketat memilih dan memilah, mana pasien Covid & mana yang bukan, ” katanya, Rabu (30/6/2021).

Triage pasien adalah tindakan penilaian penderita secara cepat untuk memprioritaskan sambung tangan dan perawatan pasien. Tindakan tersebut lumrah dilakukan bilamana terjadi bencana maupun wabah yang membawa banyak target.

“Jadi penderita yang akan rawat inap ini harus di-swab antigen dulu sebelum masuk UGD. Kalau hasilnya negatif, bisa masuk UGD. Kalau hasilnya positif, maka masuk ruang isolasi. Karena kan tak boleh dicampur 1 ruangan antara yg negatif & positif Covid-19, ” sah Arman.

Ia mengatakan, untuk pasien dengan hasil swab positif, maka akan dilanjutkan dengan tes PCR sebagai golden standar penentuan kejadian terkonfirmasi. “Bisa saja swab antigen positif, tapi PCR negatif. Yang kita ikuti tentu saja hasil PCR, ” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk daya ruang isolasi di RSUD Sumenep akan dimaksimalkan sebesar 59 bed. Biasanya hanya diisi paling banyak 50 bed, menyesuaikan dengan total SDM yang menangani. “Namun karena jumlah pasien masa ini cukup tinggi, oleh sebab itu ruang isolasi kapasitasnya dimaksimalkan, ” ucapnya. [tem/suf]