Kediri (beritajatim. com) – Sebagai cara peningkatan kualitas jalan serta pengembangan pelayanan, utamanya warga Kabupaten Kediri, Pemkab setempat melalui Dinas Order Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan perbaikan di empat ruas jalan.

Empat ruas jalan tersebut yaitu jalur penengah Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Jombang, tepatnya jalur Kecamatan Pagu dan Plemahan yang meliputi Desa Pagu – Bogo, Kecamatan Kunjang – Plemahan meliputi Desa Bogo – Kunjang – Borolor, serta penghubung Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Blitar tepatnya di jalur Kecamatan Wates meliputi Desa Janti – Sumberagung – Wates, Wates – Ngancar serta Jalan Rajawali di Kecamatan Wates.

Proyek pengembangan kualitas jalan ini menggunakan taksiran Pemkab Kediri senilai Rp 95 miliar, yang masuk dalam kepala paket pengerjaan dengan pelaksana order PT. Kadiri Sarana Bakti. Sementara untuk panjang pengerjaannya mencapai 15. 167, 6 meter.

“Untuk pekerjaan peningkatan jalan rigid tersebut, ditargetkan akan selesai dalam Desember 2020, ” kata Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Irwan Candra Wahyu Purnama.

Dalam pengerjaannya, penambahan kualitas jalan ini menggunakan wujud rigid pavement atau perkerasan asing dengan beton, karena untuk memajukan kualitas dan daya jalan buat muatan berat. Berdasar dari analisis Dinas PUPR, jalur tersebut kerap dilalui kendaraan dengan beban berlebihan yang melebihi tonase, sehingga secara penggunaan konstruksi rigid pavement diharapkan mampu dilalui kendaraan dengan tonase berat dan umur jalan mampu sesuai dengan umur rencana.

Irwan Candra menambahkan, dalam pelaksanaan proyek pengecoran kali itu terdapat perbedaan metode dari pelaksanaan rigid pavement sebelumnya. Jika sebelumnya hanya dilakukan dengan menggunakan trowel atau cara semi manual, dalam 2020 ini menggunakan alat slipform paver.

Instrumen tersebut biasanya digunakan untuk pembangunan jalan tol dan jalan nasional. Selain untuk efektifitas, dengan penerapan alat itu juga dapat mengatur mutu yang lebih bagus. Sebab terdapat penggetar yang berfungsi untuk mengatur kepadatan beton, yang finalnya umur rencana kematangan beton mampu tercapai dengan cepat.

Rencana pelaksanaan proyek ini bakal selesai akhir tahun 2020 karena dengan pengecoran ini membutuhkan zaman. “Jalur lalu lintas di letak tersebut tidak dapat ditutup mutlak, namun menggunakan sistem buka menutup. Ini juga menjadi kendala pada pelaksanaan, tapi memang prosesnya laksana itu. Sehingga diharapkan warga mampu memaklumi, ” tambah Irwan.

Buat diketahui, sebenarnya di Tahun Taksiran 2020 terdapat 6 paket kesibukan meliputi pembangunan jalan kabupaten, penambahan jalan kabupaten, pembangunan jalan desa, peningkatan jalan desa, peningkatan timah kabupaten ruas Plosoklaten – Gedangsewu, serta peningkatan jalan kabupaten Kranggan – Plosoklaten.

Tetapi atas adanya pandemi Covid-19, Dinas PUPR melakukan refocusing anggaran. Dibanding 6 paket tersebut yang langgeng berjalan untuk lelangnya hanya satu paket, yaitu paket peningkatan jalan, dengan 1 kali tender yang meliputi 4 ruas jalan. [adv kominfo/nm]