Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto terus mengaungkan jika pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) mampu meningkatkan perekonomian yang tengah lesu.

Begini perhitungannya.

Karyawan dengan menjadi anggota BPJS Gaya Kerja diperkirakan mencapai 20 juta orang. Jika semenjak orang kurang lebih memperoleh THR sebesar Rp 5 juta, maka potensi konsumsinya sebesar Rp100 triliun.

Sementara untuk pekerja formal yang non anggota BPJS Tenaga Kerja diperkirakan sebanyak 36 juta orang. Apabila per orang memperoleh THR kurang lebih sejumlah Rp2 juta maka daya konsumsinya sebesar 72 triliun rupiah.

Untuk ASN (aparat sipil negara), TNI dan Polri dalam Indonesia diperkirakan terdapat 4, 3 juta orang yang menerima THR, dimana bohlam orang kurang lebih mendapatkan Rp5 juta.

“Selain itu ada gaji ke-13 yang diterima ASN, TNI dan Polri yang diperkirakan sebesar Rp5 juta. Potensi konsumsi dari sektor ini diperkirakan mencapai 43 triliun rupiah, ” beber Airlangga, Rabu (21/4/2021).

Namun pemerintah hanya memperhitungkan sekitar 70 persen daya THR tersebut yang mau dipergunakan untuk konsumsi yakni sebesar 151, 2 triliun rupiah. Angka tersebut biar hanya sebesar dua komisi dari total konsumsi vila tangga nasional akan tentu cukup tinggi dan dipercaya akan menggerakkan perekonomian sepanjang bulan Ramadan dan Lebaran.

“Jadi sangat jelas jika pengusaha membayarkan tunjangan hari raya karyawan dan buruh pada lebaran 2021 oleh sebab itu upaya pemerintah dalam perbaikan ekonomi di Indonesia berlaku.

Airlangga menuturkan jika THR akan menguatkan daya beli masyarakat & menstimulasi aktivitas konsumsi serta belanja masyarakat. Bahkan Negeri memperkirakan adanya potensi riil peningkatan konsumsi sebesar Rp151, 2 triliun dari mas THR dan gaji ke-13 pada Ramadhan 1442 H dan Lebaran 2021.

“THR ini buat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakan kinerja perekonomian secara keseluruhan, terutama di triwulan II-2021, ” ujar Airlangga.

Di tahun 2020 Badan Pusat Statistik menyatakan telah terjadi penurunan konsumsi keluarga sebesar 2, 63 persen. Lewat adanya kepastian THR tadi, diharapkan tahun 2021 tersebut tidak terjadi lagi. Bahkan diharapkan terus meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sebagai implementasi UU Membangun Kerja yang diberlakukan pemerintah, maka pekerja kontrak periode tertentu (PKWT) dan praktisi kontrak waktu tidak terbatas (PKWTT) juga harus menerima uang THR mereka.

Besaran uang yang diterima oleh para PKWT dan PKWTT itu seolah-olah diatur dalam UU Membentuk Kerja adalah masa kerja 12 bulan penuh akan menerima THR sebesar mulia bulan upah.

Sementara bagi pekerja dengan minimal sudah bekerja mulia bulan hingga kurang sebab 12 bulan juga bakal menerima THR. Perhitungannya, ialah masa kerja dibagi 12 bulan dan dikalikan mulia bulan upah.

Untuk pekerja harian yang bekerja lebih dari 12 bulan pun sama. Itu akan menerima THR sejumlah 1 bulan upah yang dihitung dari rata-rata upah setiap bulannya. Begitu pula pekerja harian yang main minimal satu bulan maka kurang dari 12 kamar skema pembayaran THR satu bulan upah yang diambil dari rata-rata 12 kamar upah terakhirnya.

Pemerintah sendiri akan membentuk Posko THR untuk memperhatikan pembayaran THR ini. Klub atau pekerja bisa mengadukan ke Posko THR bila mengalami masalah soal pembalasan THR dari perusahaan atau pengusaha.[ rea ]