Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Wali Kota Eri Cahyadi mendapatkan pujian dari PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Surabaya. Hal itu sesudah Eri menemui ratusan masyarakat Madura di depan Kantor Pemerintah Kota Surabaya. Pendemo meminta agar penyekatan pada Jembatan Suramadu tidak dilanjutkan.

Ketua PCNU Kota Surabaya, KH Muhibbin Zuhri memuji itikad cara Walikota Surabaya yang mengecap tidak ada masalah dengan tidak bisa diselesaikan dengan baik dan bijak.

“Seharusnya pemimpin ya seperti itu. Setiap ada masalah pada warga, diselesaikan dengan cara bertemu dan berdialog. Supaya tahu kemauan warga tersebut apa. Tidak ada perkara yang tidak bisa diselesaikan. Dicari solusinya yang terbaik, ” ujar Muhibbin, Senin (21/6/2021).

Patuh Muhibbin, upaya Wali Praja Eri mencegah penyebaran Covid-19 sudah benar dan cara. Seharusnya masyarakat mendukung upaya pemerintah tersebut, yakni menghalangi dan tes swab antigen di Suramadu.

“Masyarakat bersama dengan Pemkot Surabaya, Pemkab Bangkalan dan Pemprov Jatim harus bersama-sama mendukung. Kita percaya kalau upaya itu efektif untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan saat ini mengalami lonjakan tajam, ” ungkapnya.

Dia mengatakan, barang apa yang telah dilakukan Eri Cahyadi saat ini mampu diteruskan. Artinya apa dengan telah dilakukan selama ini dijadikan sebagai pola di dalam rangka mengetahui secara tepat apa yang menjadi niat warga.

“Saya kira, barang apa yang sudah dilakukan diteruskan. Pak Eri sering turun langsung ke warga, memperhatikan dan merespon apa dengan menjadi kehendak warga. Tentunya sejauh tetap sesuai patokan dan kemaslahatan bersama. Jika ada perbedaan kepentingan, dicari titik temu, ” katanya.

Muhibbin juga mengapresiasi saat ribuan warga Madura yang menggelar demo sempat dipimpin Eri Cahyadi menggemakan salawat. Menurut dia, hal itu bagus dikerjakan. Sebab dalam kultur kelompok Indonesia, salawat merupakan bacaan yang sangat familiar.

“Dengan salawat bisa mendinginkan suasana, bisa menghilangkan hati. Jadi bagus-bagus saja dilantunkan di setiap keadaan, ” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, warga Madura menggelar demonstrasi ke Balai Kota Surabaya, Senin (21/6/2021). Mereka menolak adanya pembatasan dan swab antigen dengan diselenggarakan Pemkot Surabaya di Suramadu. [way/suf]