Jombang (beritajatim. com) – Kerumunan warga membludak di depan kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jombang, Senin (7/9/2020). Meski masi dalam situasi pandemi Covid-19, namun mereka tak lagi menggubris aturan kesehatan. Memang mayoritas mereka mengenakan masker, namun warga yang sampai itu tidak lagi mengindahkan melindungi jarak.

Satu orang dengan lainnya saling berdekatan. Itu menerobos kerumunan guna menyerahkan susunan persyaratan untuk mendapatkan bantuan UMKM. Warga datang sejak pagi ke kantor yang beralamat di Jl KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Jombang itu secara bergelombang. Mulai pagi hingga siang.

Saking banyaknya yang datang, timah raya tersebut sempat tersendat. Pasalnya, warga yang datang memarkir kendaraannya di tepi jalan. Agar masyarakat tidak masuk ke dalam dewan, pintu gerbang Kantor Dinkop ditutup. Sejumlah petugas siaga di gerbang untuk menerima berkas. Warga yang sudah menyerahkan berkas diminta lekas balik kanan.

Adalah Lailatul Faizah, salah satu warga yang nekat membaur pada tengah kerumunan ribuan orang. Ironisnya, wanita yang mengaku membuka jalan warkop (warung kopi) ini selalu menggendong bayinya. “Saya mendapatkan informasi pengajuan bantuan ini dari jalan sosial, ” kata Faizah sudah menyetorkan berkas.

Faizah berharap dirinya mendapatkan kucuran sedekah dari Presiden Jokowi tersebut. Sebab selama ini usaha warkop miliknya ikut terdampak pandemi. Sejak enam bulan terakhir, warkop tersebut mati pembeli. Berkas yang disetor Faizah meliputi fotokopi KTP (Kartu Keterangan Penduduk), KK (Kartu Keluarga), beserta SKU (Surat Keterangan Usaha) dari desa.

Faizah menyadari, berada di tengah kerumunan kawula sangat rentan. Pasalnya, dari situlah Covid-19 bisa menular. Namun Faizah tidak bisa berbuat banyak. Bantuan yang dikucurkan pemerintah sangat istimewa bagi pengusaha kecil seperti dirinya.

Sementara itu, bersandarkan update dari laman Dinas Kesehatan Jombang, Senin (7/9/2020) pukul 13. 00 WIB, jumlah positif Covid-19 di Kota Santri belum turun. Ada penambahan enam pasien nyata. Dengan begitu jumlah kumulatif positif corona mencapai 695 orang.

Warga berkerumun di samping Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Jombang

Dari jumlah tersebut sebanyak 559 orang dinyatakan sembuh, sedangkan 63 orang meninggal. Sedangkan kecamatan yang masuk kategori zona merah berkurang. Dari 21 kecamatan di Kabupaten Jombang, lima di antaranta sudah berwarna putih. Masing-masing Kecamatan Kesamben, Plandaan, Wonosalam, Mojowarno, beserta Megaluh. Sedangkan 16 kecamatan lainnya masih zona merah.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi serta UMKM Jombang Muntholib mengatakan, penyerahan berkas pengajuan bantuan UMKM itu sudah memasuki gelombang III. Total yang masuk sekitar 26 ribu pemohon. Jumlah tersebut dipastikan tetap bertambah mengingat pendaftaran ditutup tenggat 10 September 2020.

“Kami mengimbau masyarakat yang memenuhi syarat segera mengajukan ke pejabat kami. Hingga saat ini petunjuk yang sudah masuk online sudah 25. 644 berkas. Selanjutnya, susunan tersebut kita setor ke pusat. Karena yang menentukan memang pemerintah pusat, ” kata Muntholip.

Seperti diberitakan, pemerinta berencana mengucurkan Banpres (Bantuan Presiden) buat UMKM. Nilai bantuan itu sebesar Rp 2, 4 juta dengan akan diberikan kepada setiap penerima manfaat dalam satu kali pencairan. Mereka yang mendapatkan bantuan tersebut adalah yang lolos verifikasi dalam Kementerian Pusat pasca mengajukan permohonan bantuan di Dinas Koperasi dan UMKM daerah. [suf]