Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Mojokerto (beritajatim. com) – Pegawai honorer UPT Puskesmas Pungging, Bagus Dwi Wahyu Ramadhan (26) ditetapkan menjadi simpulan kasus pemalsuan surat data rapid antigen. Pegawai arah loket penerimaan yang berjalan sejak tahun 2019 tersebut terancam dipecat.

Plt Asisten Pemerintahan & Kesra Pemkab Mojokerto, Asuh Chusnul Yakin mengatakan, tulisan bebas Covid-19 yang punya kewenangan untuk mengeluarkan adalah Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). “Karena di Labkesda, tes dan sarana serta prasarana lengkap, ” ungkapnya, Jumat (23/4/2021).

Masih kata Asuh, dari kronologi awal munculnya surat keterangan rapid antigen palsu tersebut sudah diketahui jika UPT Puskesmas Pungging tidak bisa mengeluarkan surat tersebut. Ini lantaran surat keterangan rapid antigen yang bisa mengeluarkan hanya Labkesda Kabupaten Mojokerto.

“Tadi bisa diurut, saat bukti ke Puskesmas Pungging tidak tidak diberikan karena benar puskesmas tidak punya kewenangan mengeluarkan. Yang mengeluarkan sah adalah Labkesda. Di Labkesda segala bentuk macam ulangan bisa karena ini sudah masuk ke proses lembaga, pasti tenaga honorer ada teken kontrak. Jika menyalahi hukum jadi pasti dipecat, ” katanya.

Didik menambahkan, puskesmas hanya mengantar orang-orang dari desa atau kecamatan untuk mendapatkan surat keterangan rapid antigen. Rapid antigen atau PCR, tegas Didik puskesmas cuma menfasilitasi namun tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan. [tin/kun]