Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Jakarta (beritajatim. com) – Pemimpin DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memenuhi seruan diskusi terbatas di Sekolah Insan Cendekia Madani, Jumat (7/5/2021). Dalam kesempatan tersebut, LaNyalla menyampaikan empat prioritas yang menjadi concern kerja DPD RI sebagai wakil daerah.

Senator asal Jawa Timur tersebut menjelaskan, sejak tahun 2020 lalu, seluruh senator pada DPD RI sepakat memakai tagline Dari Daerah Untuk Indonesia. “Dengan tagline itu, DPD RI akan tetap memperjuangkan aspirasi dari kawasan. Dan untuk mewujudkan tersebut, DPD RI harus punya Nyali dan terus Menyala, ” katanya.

Sebagai wujud keseriusan DPD untuk membuat daerah, LaNyalla mengatakan tersedia empat prioritas yang menjelma concern kerja DPD RI.

“Yang pertama, DPD RI berkomitmen DPD RI untuk memajukan sektor pertanian dan mewujudkan kedaulatan pangan. Sebab, Indonesia adalah negara dengan potensi sumber daya alam yang gede. Oleh karena itu, kita wajib membangun sektor pertanian yang modern dan tangguh sebagai tulang punggung perekonomian dan meningkatkan produksi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, yang merupakan 35, 8 persen penduduk Indonesia, ” katanya.

Yang menjadi prioritas kedua DPD RI ialah membangun negara maritim dengan kuat dan maju. Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menjelaskan, Indonesia adalah salah satu negeri kepulauan dengan wilayah laut terluas dan garis miring terpanjang di dunia.

“Sudah jelas, bahwa logikanya, sektor kemaritiman Nusantara harus menjadi potensi gede yang dimiliki Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang betul dan makmur. Karena tersebut, dalam Prolegnas tahun ini, DPD RI mengajukan Rencana Undang-Undang inisiatif DPD MENODAI, tentang Pemerintahan Daerah Kepulauan, ” urainya.

Sedangkan prioritas Ketiga DPD RI adalah membangun ketahanan energi, pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup. Menurutnya, seluruh sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola untuk ketenteraman seluruh rakyat Indonesia dengan adil dan merata.

“Dan yang menjelma prioritas terakhir DPD RI adalah membangun dari kawasan. Artinya, program pembangunan serta pemberdayaan ekonomi daerah kudu didukung dengan percepatan, pengembangan dan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh daerah dengan memberikan perhatian dan penegasan khusus kepada kawasan timur dan barat Indonesia, ” tuturnya.

Alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut menjelaskan, wajah Indonesia merupakan wajah 34 provinsi. Tidak wajah pulau Jawa sekadar. “Desa juga menjadi paras Indonesia. Oleh karena tersebut, kita ingin pembangunan daerah terus dilakukan. Sehingga dukuh bisa menjadi kekuatan ekonomi. Karena itu, DPD RI juga mengajukan Rancangan Peraturan inisiatif DPD RI, mengenai Badan Usaha Milik Desa, ” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, LaNyalla juga menekankan pentingnya DPD RI menyuarakan kepentingan daerah di tingkat nasional. Menurutnya, kepentingan daerah bukan hanya soal otonomi saja. “Ada tiga isu strategis pada daerah. Yakni, pemerataan pembangunan di daerah, peningkatan indeks fiskal daerah dan ketenteraman serta kemakmuran rakyat. Dan itu harus ditempuh secara membenahi manajemen ekonomi bangsa, ” katanya.

LaNyalla menambahkan, arah & kebijakan pembangunan ekonomi ke depan harus diletakkan serta dikembalikan secara konsisten bertemu dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 tentang Perekonomian Nasional. (kun)