Jakarta (beritajatim. com) – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan kalau pemberian masker dan handsanitizer tidak merupakan suatu bentuk dukungan digelarnya kegiatan di Petamburan, Jakarta Barat pada Sabtu (14/11) malam.

Adapun pemberian masker tersebut menjadi langkah terakhir setelah sebelumnya dinilai bahwa kegiatan di Petamburan tidak dapat dicegah, meskipun Negeri Pusat telah memberikan imbauan menggunakan Pemerintah Daerah kepada seluruh bagian terkait larangan digelarnya aktivitas dengan menimbulkan kerumunan, demi memutus penyebaran Covid-19.

Sehingga, metode pemberian masker juga semata-mata untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat supaya tidak terpapar Covid-19.

“Sehingga jalan terakhir adalah menyampaikan masker. Semata-mata adalah untuk menganjurkan perlindungan kepada masyarakat, ” membuka Doni dalam Konferensi Pers secara virtual dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11).

“Pemberian kedok ini bukanlah merupakan bagian dibanding upaya mendukung acara. Dari introduksi kami selalu berkoordinasi dengan Negeri DKI Jakarta, baik kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta maupun Gubernur DKI Jakarta,, serta para pejabat dinas-dinas terkait di DKI Jakarta, ” imbuhnya.

Doni mengakui bahwa apa yang sudah dilakukan demi menegakkan perlindungan kepada masyarakat dari penularan Covid-19 tahu menuai pro dan kontra. Untuk itu Doni meminta maaf kepada seluruh pihak dan berharap fungsi peran serta tujuan yang telah dilakukan dapat dipahami serta menjadi komitmen bersama dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Sekali lagi mohon maaf apabila langkah-langkah yang telah dilakukan ini barangkali banyak pihak yang kurang suka, ” ucap Doni.

“Ini semata-mata demi memberikan perlindungan terbaik kepada bangsa kita. _Solus Populi Suprema Lex_, keselamatan kaum adalah hukum tertinggi, ” imbuhnya.

Lebih lanjut, Doni juga meminta pada seluruh pihak termasuk agar tak menyelenggarakan kegiatan yang menciptakan kerumunan. Sebab, hal itu dapat berpotensi menimbulkan adanya penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di tengah gerombolan.

“Sekali lagi kepada semua pihak, terutama kepada tokoh-tokoh yang masih memiliki keinginan buat menyelenggarakan acara-acara yang menciptakan kerumunan tolong ini ditunda dulu sampai kondisi pandemi ini bisa kita kendalikan, ” pungkas Doni. [hen/but]