Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Ponorogo (beritajatim. com) – Barang kristal putih dalam 4 plastik klip yang rencananya diselundupkan ke rutan bagian 2B Ponorogo dipastikan narkoba dengan jenis sabu. Kejadian tersebut berdasarkan dari hasil laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim. Ya seusai proteksi barang bukti, Satuan Reserse Narkoba Polres Ponorogo tepat melakukan uji terhadap bahan yang ditemukan di indra peraba kardus oleh petugas rutan.

“Hasil dibanding uji lab itu melegalkan bahwa barang kristal suci adalah narkoba jenis sabu, ” kata Kasat Narkoba Polres Ponorogo AKP Deni Fahrudianto, Rabu (31/3/2021).

Sejak 4 plastik sabu tersebut, berat semuanya sebanyak dua, 78 gram. Dengan estimasi harga 1 gramnya Rp 1 juta berarti, barang haram itu senilai Rp 2, 7 juta. Taat data pengiriman yang mengakar, pengirin dari Surabaya. “Pengirim namanya siapa, ini ana masih dalam penyelidikan, ” katanya.

Indikasinya barang haram itu akan dipakai olehq salah satu warga arahan (wabin) yang berinisial FK. Menurut keterangan FK, bahan tersebut rencananya akan dipakai sendiri. Tidak semudah tersebut percaya, satuan reserse narkoba Polres Ponorogo berkoordinasi secara petugas rutan, melakukan penggeledahan di blok yang ditempati oleh FK. Namun, hasilnya nihil, tidak ditemukan bahan lainnya atau alat untuk penggunaan sabu tersebut. “Kami geledah di blok wadah FK tidur, tetapi tak ditemukan barang haram atau alat-alatnya. Jadi katanya bersetuju dipakai sendiri, ” katanya.

FK sendiri sebelumnya juga terjerat peristiwa narkoba, vonis hakim zaman itu hanya 4 tarikh. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan FK, petugas menjerat FK dengan pasal 112 dan 114 nomor 35 tentang narkotika. Sehingga FK diancam hukuman paling lama 12 tarikh. “Di dalam penjara, FK ini belum jera, maka kami jerat dengan hukuman maksimal 12 tahun kurungan, ” pungkasnya.

Untuk diketahui, Rutan kelas 2B Ponorogo kembali lulus menggagalkan penyelundupan narkoba ke dalam rutan. Berbeda secara modus penyelundupan sebelumnya, dimana dimasukkan dalam botol sampo, saat ini pengedar memasukkannya ke dalam kulit kardus.

Aksi penyelundupan itu terbongkar pada Senin (29/3) kemarin. Berawal dari lengah satu warga binaan pemasyarakatan (WBP) berinisial FK, mendapat kiriman paket berupa sasaran. FK mengaku bahwa makanan yang dibungkus kardus itu berasal dari kerabatnya dalam Surabaya. “Jadi dia memanfaatkan kurir ekspedisi, sehingga kami tidak bertemu langsung secara pengirim, ” Karutan bagian 2B Ponorogo Arya Galung, Selasa (30/3/2021) (end/kun)