Pamekasan (beritajatim. com) – Penyuluh Madura United FC, Rahmad Darmawan belum bisa memberikan penilaian terhadap sosok pemain muda asal Brasil, Robert Junior Rodrigues Santos yang tengah menjalani proses seleksi (trial) bergabung timnya.

Pemain dengan menempati posisi sebagai  striker   dengan tinggi awak mencapai 196 centimeter (cm), telah mulai bergabung sekaligus menjalani pelajaran bersama skuat berjuluk Laskar Sape Kerrab di Stadion Gelora Bangkalan (SGB).

Hanya saja saat ini, pemain kelahiran 20 Mei 2001 silam, harus melakukan metode adaptasi secara menyeluruh. Baik dibanding aspek permainan bersama rekan setim maupun dengan unsur cuaca di Indonesia, yang notanene memiliki tamadun hampir sama dengan kondisi pada tanah kelahirannya.

“Saat ini kita memang kedatangan kepala pemain baru, nantinya akan kita lihat dalam beberapa hari kedepan. Karena bagaimanapun, adaptasi merupakan kejadian penting bagi pemain baru, termasuk bagi Robert Junior, ” cakap Pelatih Madura United FC, Rahmad Darmawan, Sabtu (22/8/2020).

Terlebih jarak kurun Brasil dan Indonesia, terbilang sangat jauh. Sehingga dibutuhkan proses adaptasi lumayan lama, sekalipun kultur cuaca diantara dua negara hampir sewarna. “Selisih 10 jam, hal itu tentunya tidak mudah bagi pemeran, ” ungkapnya.

“Sekilas kita lihat memang belum bisa beradaptasi, tapi kita akan langsung memantau perkembangan proses adaptasi had betul-betul fit. Sehingga nantinya baru kita bisa memberikan penilaian, ” pungkas juru taktik yang akrab disapa Coach RD.

Kaya diketahui, saat ini tim kemangkakan suporter Madura Bersatu sudah memiliki empat pemain asing Asia dan Non Asia. Masing-masing satu pemain asing Asia, yakni Jacop Pepper (Australia), serta tiga pemain aneh Non Asia, yaitu Bruno Matos dan Jaimerson Xavier (Brasil), dan Emmanuel Oti Essigba (Ghana).

Namun masuknya nama perdana dengan katagori relatif muda dengan diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang, tentunya bakal menjadi kemungkinan bakal adanya perubahan komposisi tim di sektor legiun asing, khususnya pemain asing Non Asia.   [pin/kun]