Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Nasib geruh adalah kata yang pas untuk menggambarkan apa yang dialami Stella Monica. Hawa yang hampir menginjak leler 26 tahun ini dipolisikan karena mengunggah keluhan mengenai hasil perawatan di salah satu klinik kecantikan.

PSI Surabaya yang diwakili oleh Dr Rachmat mengirimkan bahwa sebagai konsumen, Stella tidak layak dipolisikan. “Sebagai konsumen yang mengeluhkan penyajian sebuah klinik kecantikan sebab merasa dirugikan, Stella benar tidak layak dikriminalkan. Tempat adalah korban dari malpraktik yang mestinya dilindungi sebab UU Perlindungan Konsumen, ” tutur Rachmat.

Marina Lipesik,   Wakil Sekretaris DPD PSI Kota Surabaya memasukkan, Stella adalah korban kesekian kalinya dari deretan korban yang diduga dikriminalisasi oleh pasal karet yang ada di UU ITE. Tak hanya itu, dia pula menyayangkan kejadian ini makin saat ini pemerintah sedangkan mengkaji pasal-pasal karet dalam UU ITE untuk direvisi.

“Semestinya pasal-pasal itu tidak layak lagi dipakai di peradilan, karena masih dalam proses kajian ulang. Segera hak konsumen dan kemandirian berpendapat, Stella harus dibebaskan oleh hakim, ” kata pendahuluan Marina.

Bernike Hangesti, selaku Koordinator Bagian Perempuan dan Anak PSI Surabaya, mengatakan bahwa bagian mereka siap untuk berharta di belakang perempuan yang diduga sedang mengalami kriminalisasi.

Beliau pula menambahkan, perempuan memiliki bagian yang sama di ajaran hukum. Hak berbicara serta hak bersikap serta berekspresi menjadi hak yang tetap dilindungi oleh UU.

Untuk langkah kemudian, Bernike mengatakan dia & rekan divisinya akan memberikan dukungan psikologis untuk semua elemen yang membantu. “Mungkin untuk pertama kali ialah dukungan psikologis perempuan & kami mendukung pergerakan kawan-kawan koalisi dan LBH Surabaya dalam perjuangan menegakkan kesahan, ” pungkasnya. (tok/kun)