Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Kasus penculikan Ara (7) bernama lengkap  Nesa Alana Karaisa  di Surabaya sempat membikin masyarakat ketakutan. Sejumlah warga terutama ibu-ibu muda mengaku takut jika kabar penculikan anak ini benar.

Seperti yang diungkapkan oleh Natali DK (33) ibu dua anak ini mengaku memprotes anaknya sejak Ara hilang. Anak pertama yang masih berumur 5 tahun pun dilarang keluar rumah.

“Iya sempat takut dan anak saya larang main di luar. Takut aja kalau jadi korban penculikan. Tapi katanya Ara sudah ketemu dan penculik saudaranya sendiri. Jadi rumah penculikan mencuat itu hoax, ” katanya kepada  beritajatim. com, Sabtu (27/3/2021).

Selain Natali warga Mulyorejo, Prima P warga Dukuh Kupang juga mengaku lega usai kasus penculikan Ara ini terpecahkan kepolisian. Bahkan sebelum ditemukan ia bersama ibu-ibu yang wujud di WAG (WhatApp Adunare. red) juga mengaku takut jika anaknya jadi korban penculikan.

“Awalnya saya percaya kalau wujud rumah penculikan ini. Tapi setelah tadi saya baca di media bahwa Ara ditemukan dan penculikannya saudara sendiri, berarti rumah itu hanya isu hoax saja, ” tandasnya.

Sementara itu Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo menegaskan yakni tumor penculikan yang meresahkan warga Surabaya itu bukan benar. Kasus penculikan Ara ini adalah kasus inner keluarga saja. Belum diketahui secara pasti apa motifnya, namun yang pasti isu marak penculikan itu hoax.

“Hoax fall penculikan yang marak pada Surabaya ini. Itu fall murni ada masalah di keluarga korban dan pelaku. Hingga pelaku yang masih Saudara sendiri pun menulis keponakannya, ” papar Hartoyo, Sabtu (27/3/2021).

Perlu diketahui, empat hari sudah berlalu, Ara (7) anak cewek yang hilang akhirnya ditemukan. Tak tanggung-tanggung, Ara yang memiliki nama lengkap Nessa Alana Caraesa ini ditemukan di Pasuruan. Penemuan Ara ini oleh petugas Resmob, Satreskrim Polrestabes Surabaya sekitar pukul 02. 00 WIB. Petugas menunggu lengahnya pelaku agar korban penculikan tak menjadi target.

“Benar Ara sudah ditemukan dan kini sudah menuju ke Surabaya dan langsung di bawa ke Polrestabes, ” jelas Kantor Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahardian, Sabtu (27/3/2021).

Lebih lanjut AKBP Oki menerangkan, penculikan ini akhirnya dapat dibongkar usai memeriksa sejumlah saksi. Dari keterangan sejumlah saksi menjelaskan adanya kejanggalan. Dari data tersebut petugas mencari adanya saksi-saksi dan memeriksa sejumlah orang dekat korban.

“Kita kembangkan Dri keterangan yang jangan tersebut. Sampai akhirnya ditemukan bahwa Ara ini dibawa oleh saudara orangtua Ara sendiri, ” lanjutnya.

Meski sudah empat hari berlalu, Ara ternyata ditemukan dalam kondisi sehat. Malah kini petugas sudah menarik Ara ke Surabaya untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Selain perhatian khusus kepada korban, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap penculikan yang masih disembunyikan identitasnya ini.

“Kita masih dalam dan masyarakat tak perlu khawatir akan isu penculikan anak. Yang pasti ini murni penculikan keluarga korban sendiri, ” lanjutnya . (man/ted)