Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jember (beritajatim. com) – Sektor pertanian adalah kunci untuk menanggulangi persoalan pengangguran di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Jember harus membuat sektor pertanian lebih menarik.

Tingkat pengangguran terbuka pada Jember saat ini ialah 3, 8 persen. Tatkala penduduk miskin mencapai 9, 25 persen atau 226. 570 orang. “Persoalan pengangguran, sebenarnya didorong oleh rendahnya partisipasi masyarakat, ” sirih Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember Achmad Subagio, dalam acara dialog publik yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Universitas Jember, di DPRD Jember, Kamis (4/3/2021).

“Kalau kita lihat kontribusi pertanian pada PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) 26 persen. Itu tinggi sekali. Sayang sekadar kontribusi pertanian tidak dimanfaatkan kita, karean petani biasanya menjual dalam bentuk produk mentah, sehingga mereka tidak dapat nilai tambah, ” kata Subagio.

“Kalau bupati mau menciptakan lapangan kerja baru, oleh sebab itu usaha baru diletakkan dalam sektor pertanian. Yang kita dorong adalah munculnya pengusaha atau petani-petanui baru dengan berasal dari orang miskin yang terlibat dalam jalan pertanian itu dan memperoleh nilai tambah, ” kata Subagio.

Agusta Jaka Purwana, legislator Partai Demokrat, mencontohkan produk pengerjaan pertanian di Thailand. “Setiap hasil pertanian, ada chip-nya, ada keripiknya. Setiap hasil laut segar juga ada keripiknya. Saya juga petani, ” katanya.

Namun tersedia beberapa hal yang perlu diperbaiki di sektor pertanian. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jember Jumantoro mengutarakan, generasi muda sulit diajak bertani. Apalagi akses permodalan tidak mudah.

“Bahkan untuk tanam sekadar, kami kesulitan (mencari gaya pekerja). Untuk di Jember selatan, bisa menggunakan pesawat karena tanahnya datar. Jika di Jember utara, suram menggunakan mesin, karena tanahnya terasiring, ” kata Jumantoro.

Pemerintah selalu harus mencegah alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi perumahan. “Sehingga ada zona hijau yang aman baka, sehingga predikat Jember jadi lumbung pangan bisa tersem-bunyi, ” kata Jumantoro.

Jmantoro menyarankan perlunya pemerintah daerah menyediakan akses informasi pasar kepada petani. Selain itu, ketersediaan medium produksi pertanian berupa gemuk juga harus dijamin.

‘Ketiga, kami berniat penguatan kelembagaan keleompok tani. Revitalisasi kelompok tani, sebab pengurusnya sudah tua-tua. Diajak menyusun rencana kerja kelompok tidak maksimal, ” sebutan Jumantoro. [wir/ted]