Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Jember (beritajatim. com) – Konflik internal dalam tubuh Yayasan Persid Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum berakhir. Kontribusi klub Persid Jember di kompetisi sepak bola Liga 3 tahun ini pula masih menyisakan tanda tanya.

Konflik privat terjadi antara kepengurusan Yayasan Persid Jember yang diketuai Sholahuddin Amulloh alias Jo dengan Sunardi, salah utama anggota DPRD Jember. Sebab konflik ini, Persid gawat gagal mengikuti kompetisi Liga 3 tahun ini, karena PSSI Jawa Timur menolak keikutsertaan klub tersebut bila masih ada dualisme.

Tumenggung Hendy Siswanto pun mendarat tangan. Setelah Sunardi menyerahkan sepenuhnya persoalan Yayasan Persid Jember kepadanya, Hendy langsung mengumpulkan dewan pembina & pengawas di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu (6/6/2021). Tiga hari setelah pertemuan, dewan pembimbing meluncurkan surat kepada bupati yang ditandatangani Suparno sebagai ketua dewan pembina.

Surat itu menyimpan tiga poin. Pertama, menyerahkan Yayasan Persid Jember pada bupati. Kedua, Dewan Pengasuh sepakat meminta bupati menjadi ketua pembina Yayasan Persid Jember. Ketiga, memberikan kewenangan sepenuhnya kepada bupati buat menyusun kembali atau mengganti personel yang ada pada Yayasan Persid Jember.

Penyerahan surat itu bukan berarti konflik sudah. Tiga orang pembina menumpukan menandatangani berita acara pelimpahan Yayasan Persid Jember pada hadapan notaris yang merupakan tindak lanjut surat tersebut.

Tiga orang pembina yang menolak itu adalah ketua dewan pembimbing Suparno (mantan kepala Dinas Pemuda dan Olahraga) & dua anggota pembina, Agus Rizky (Ketua Umum Berni, kelompok suporter sepak bola Jember) dan Wagino (mantan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Itu mempertanyakan kenapa tak ada satu pun personel sejak kubu Suparno yang diakomodasi dalam komposisi yayasan yang baru. “”Harus ada janji jelas, bahwa bupati berkomitmen akan menggabungkan semua kubu. Jangan seenaknya dihilangkan. Era tidak ada satu pun dari kita, ” sirih Agus.

Sementara yang bersedia adalah Ahmad Halim (Wakil Ketua DPRD Jember). Pembina yang tengah berada dalam luar kota adalah Sirajuddin (mantan sekretaris Asosiasi Menampar Bola Kabupaten PSSI Jember).

Belum kelarnya persoalan yayasan ini menghasilkan Halim cemas. “Saya diberitahu bahwa deadline untuk mencatat menjadi peserta Liga 3 adalah 20 Juni itu. Otomatis ini dikejar waktu, ” katanya. Jika pertengkaran masih terjadi, politisi Gerindra itu khawatir pendaftaram Persid akan ditolak Asosiasi Menggampar Bola PSSI Provinsi Jawa Timur.

“Saya menyetujui restrukturisasi di awak yayasan untuk menghindari pertikaian dua belah kubu. Ke-2, memang sudah saatnya Persid memiliki personel baru yayasan di luar conflict of interest yang selama itu terjadi. Ketiga, deadline masa pendaftaran yang sangat mendesak, ” kata Halim.

“Seandainya ini bubar (mendaftar), berarti upaya bupati sudah maksimal untuk mencantumkan. Hanya ada semacam tahanan di pembina yang periode. Seandainya Persid gagal memasukkan diri di Liga 3, bukan salah bupati, sebab memang unsur dari pembimbing kurang ikhlas untuk mampu mempercayakan Persid kepada tumenggung, ” kata Halim. [wir/suf]