Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Sumenep (beritajatim.com) – Tim Satgas penanganan Covid-19 Sumenep terus menggencarkan pemantauan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Selepas jam 20.00 WIB, tim berkeliling untuk melihat apakah masih ada masyarakat yang nekat berkerumun, atau masih ada cafe dan warung kopi yang buka. Karena sesuai aturan PPKM darurat, jam 20 semua restoran, warung, maupun cafe harus tutup. Lampu penerangan jalan umum di tempat-tempat yang dinilai rawan menjadi tempat nongkrong, dimatikan.

“Kami memang memperketat pelaksanaan PPKM darurat. Semua itu dilakukan agar tidak ada masyarakat yang berkegiatan ramai-ramai di luar rumah setelah jam 20.00. Ini upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Bupati Sumenep, Ach. Fauzi, Sabtu (10/07/2021).

Ia menjelaskan, apabila ada warga yang masih nongkrong dan berkerumun di atas jam 20.00, maka pihaknya akan melakukan swab antigen di tempat. “Swab tidak hanya dilakukan bagi yang tidak bermasker. Meskipun bermasker tetapi berkerumun, juga akan kami swab di tempat. Ini ada petugas dari Dinas Kesehatan yang akan melakukan swab,” terang Fauzi.

Ia meminta agar selama pemberlakukan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021, masyarakat bisa mengurangi aktifitas di luar. Apabila tidak ada keperluan mendesak, warga diminta tetap tinggal di rumah. “Kita semua tidak ingin PPKM darurat ini diperpanjang. Karena itu, ayo kita bersama-sama menjaga, dengan menegakkan 5 M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujar Fauzi. (tem/kun)