Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Mojokerto (beritajatim. com) – Pelantikan perangkat desa di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto diwarnai kericuhan, Jumat (11/6/2021). Video kericuhan warga yang tak terima dengan dilantiknya Iksan sebagai Bayan Dusun Dateng tersebar.

Pelantikan yang berlangsung di Balai Desa Watesnegoro tersebut sebenarnya telah selesai digelar. Iksan sudah dilantik Kepala Desa (Kades) Watesnegoro, Samporno di Balai Desa setempat. Namun ada lima warga Dusun Dateng yang mendatangi balai desa.

Warga yang dipimpin Purnyono menuntut agar pelantikan Bayan dibatalkan dengan alasan mekanisme pengangkatannya tidak sesuai aturan dan tidak transparan. Akibatnya terjadi keributan, warga yg menolak pelantikan meluapkan emosinya.

Warga melempar dan membanting kursi yg berada di dalam Balai Desa Watesnegoro. Kericuhan yang sempat diabadikan oleh salah satu warga tersebut tersebar. Kericuhan berlangsung sekitar thirty menit sebelum akhirnya mereka kembali pulang.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Kades Watesnegoro dan perangkat desa mendatangi rumah Purnyono. Kades mengklarifikasi permasalahan. Kemudian kedua belah pihak sepakat tidak mempermasalahkan kejadian di Balai Desa Watesnegoro tersebut.

Kepala Dusun (Kasun) Dateng, Suprianto mengatakan, pelantikan Iksan sebagai calon tunggal Bayan Dusun Dateng dilaksanakan karena perangkat lama yakni Buasan meninggal. “Proses penjaringan Bayan Dusun Dateng sudah sesuai mekanisme, ” ungkapnya.

Dalam penjaringan tersebut sudah ada pengumuman, yakni pada bulan puasa lalu. Bagi yang ingin mendaftarkan sebagai Bayan bisa mendaftar di Balai Desa Watesnegoro. Namun dari masyarakat Desa Watesnegoro tidak ada yang mendaftarkan.

“Hanya Saudara Iksan yang mendaftarkan, kemudian diadakan rapat dan disepakati bersama. Karena hanya ada calon tunggal maka Saudara Iksan diangkat menjadi Bayan Dusun Dateng. Pelantikannya digelar tadi pagi, ” katanya.

Terkait oleh kericuhan saat pelaksanaan pelantikan Bayan Dusun Dateng, Kasun menduga, ada kemungkinan dipicu ketidakpuasan dari sebagian warga. Sehingga warga membating kursi di Balai Desa Watesnegoro.

“Permasalahan terkait sudah dirapatkan dengan Kepala Desa guna mencari titik temu sehingga tidak wujud pertikaian diantara warga dan sepakat diselesaikan dengan trik kekeluargaan. Malam ini, kondisi sudah kondusif tidak ada kericuhan, ” jelasnya. [tin/suf]