Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Vaksinasi saat bulan puasa diperbolehkan oleh pemerintah dan Elok Ulama Indonesia (MUI) karena itu tidak membatalkan puasa.

Laura Navika Yamani S. Si., M. Si., Ph. D., satu diantara pakar epidemiologi Fakultas Kesehatan tubuh Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 tidak tergolong jadi makanan atau minuman serta vaksin itu sendiri dikasih secara intramuskuler bukan dengan oral. Sehingga, menurutnya vaksin Covid-19 tidak membatalkan puasa.

Dosen yang akrab disapa Laura itu juga mengutarakan, jika seseorang hendak melangsungkan suntik vaksin Covid-19 di bulan ramadhan maka dia perlu memperhatikan kondisi kesehatannya. Beberapa hal yang menetapkan dipersiapkan sebelum melaksanakan vaksinasi saat berpuasa, tambah Laura, yaitu harus melakukan sahur dan istirahat yang pas.

“Apabila melayani vaksinasi saat berpuasa yang dikhawatirkan adalah seseorang menjelma lemas setelah divaksin jadi dia membatalkan puasanya. Jadi,, pemerintah juga telah menyerahkan alternatif bagi masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi pada malam hari agar hal yang dikhawatirkan itu tidak berlaku, ” jelasnya.

Lebih lanjut, Laura mengungkapkan bahwa seseorang yang bakal mendapatkan vaksin Covid-19 harus melalui proses screening terlebih dahulu untuk memastikan kesehatannya dalam kondisi yang indah. Apabila seseorang memiliki aib kormobid, sambungnya, maka kejadian tersebut juga akan diketahui melalui proses screening, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya hasil simpang.

“Dalam vaksinasi, istilah efek tepi disebut sebagai efek cabang. Ketika muncul efek cagak maka harus diidentifikasi terlebih dahulu, apakah benar efek tersebut disebabkan karena vaksin yang telah didapat, ” ungkapnya pada Jumat (30/04/21).

Setelah proses vaksinasi selesai dilaksanakan, tambahan Laura, maka akan dilakukan pemantauan selama 30 menit untuk mengetahui apakah ada efek simpang yang menjelma pada orang yang sudah divaksin. Pemantauan juga lestari dilakukan hingga orang tersebut pulang dari tempat tempat mendapat vaksin sehingga, kala efek simpang muncul bisa segera melapor ke sarana kesehatan.

“Jika hanya efek simpang ringan yang muncul maka biasanya sekitar 1-2 hari telah hilang, tetapi jika efek simpang yang muncul tergolong berat maka harus lekas dikomunikasikan dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat biar mendapatkan penanganan, ” tambahnya.

Terakhir, Laura mengimbau supaya masyarakat turut berkontribusi di dalam upaya pemerintah untuk mengakhiri pandemi dengan secara sukarela mau melakukan vaksinasi Covid-19. Tidak hanya itu, patuh Laura, pemerintah juga perlu memberikan edukasi terkait pentingnya vaksinasi Covid-19 dan fakta yang valid mengenai kemungkinan munculnya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

“Masyarakat perlu memahami bahwa sebenarnya program vaksinasi Covid-19 itu sendiri memiliki lebih banyak manfaat daripada kerugiannya, ” tandas Laura.

Sebagai Universitas terbaik di Indonesia, Unair membantu SDM yang dimiliki untuk mengembangkan diri agar bisa berkontribusi untuk masyarakat. [adg/but]