Lumajang (beritajatim. com) – Berawal dari ketidaksengajaan saat berjalan membantu orang tuanya di ladang. Sendy Agus Cahyana (23) awak Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro berkecukupan membuat lukisan dari abu jerami. Kini karya Sendy diminati konsumen dari luar negeri.

Mas Sendy panggilan akrabnya dapat membuat lukisan timbul berbahan jerami padi. Biasanya bahan ini kerap digunakan sebagai pakan sapi, tentu lebih banyak dibakar untuk pengganti pupuk alami.

Seruan pemerintah untuk sering berada di rumah selama pandemi, dimanfaatkan buat mengasah kreativitasnya di bidang kecil lukis. Ia pun memanfaatkan jerami yang sangat melimpah di kampungnya menjadi lukisan bernilai seni mulia.

“Ide awal melaksanakan lukisan abu jerami ini karena melihat melimpahnya jerami di tempat saya, ” jelasnya kepada beritajatim. com, Jumat (20/11/2020).

Masih kata dia, waktu tersebut dirinya ke sawah membawa kembali jerami kemudian dibakar. Abunya dihaluskan dan dicampur dengan lem serta air sebagai bahan membuat gambar. “Hasilnya kok bagus dan awalnya diminati teman luar kota, ” ujar Sendy.

Untuk membuat lukisan tersebut membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Pertama ia mencari dan mengumpulkan jerami yang terbuang di sawah awut-awutan membakar jerami hingga menjadi debu.

Selanjutnya, ia haluskan abu jerami dengan cara ditumbuk. Kemudian membuat adonan abu jerami dengan mencampur abu, lem dan air secukupnya. Untuk desain tulisan lukisan di atas media papan. Sendy lalu melukis menggunakan tinta abu jerami di atas papan itu.

Selain memiliki nilai artistik tinggi dan ramah lingkungan, lukisan abu jerami dengan komposisi timbul ini mampu menarik menghiraukan penggemar lukisan. “Hasil lukisannya bagus dan bahannya berbeda dari lukisan pada umumnya yang menggunakan cet. Sehingga saya tertarik untuk mengambil lukisan dari abu jerami ini, ” ujar Farizky, salah utama pembeli saat datang ke vila Sendy.

Lukisan karya Sendy ini tidak hanya diminati sejumlah kota dalam Indonesia seperti Balikpapan, Bali, Batam, Surabaya dan Malang. Bahkan gambar custom wajah pemesan sudah pegari dari mancanegara di antaranya Turki, Malaysia, Hongkong dan Eropa. “Pemesanan langsung ke akun media baik saya, kalau pengiriman ditanggung konsumen, ” jelasnya.

Nilai satu lukisan dibanderol mulai Rp 80 ribu hingga 150 ribu tergantung ukuran dan tingkat kekacauan. Bagi yang tertarik lukisan debu jerami tersebut, bisa langsung sampai ke Lumajang atau pemesanan dengan online dengan desain gambar serasi selera yang diinginkan. Silakan kontak di 085816995293. [adv/har]