Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim.com) – Saat menginjak usia di atas 20-an, biasanya seseorang akan mulai mengalami krisis, kebimbangan dalam kehidupan. Merasa hidup menjadi tidak jelas dan terkadang tidak memiliki arah yang pasti. Masa depan pun menjadi momok yang menakutkan untuk dibayangkan, ketakutan akan harapan yang tidak tercapai seolah terus menghantui.

Pada fase ini, seseorang biasanya sedang berada di masa pendewasaan, di mana ia meninjau kembali apa saja yang sudah ia lakukan selama ini dan mulai memikirkan rencana untuk selanjutnya. Fase ini disebut dengan quarter life crisis. Mungkin beberapa di antara kalian sudah pernah mendengarnya atau bahkan sedang mengalaminya.

Quarter life crisis ini sangat wajar dirasakan, terutama saat seseorang sedang sibuk mencari jati dirinya, dan mempertanyakan tujuan hidupnya. Masa ini dinilai memberi dampak pada 86% milenial di mana mereka merasakan tekanan untuk berhasil sebelum menginjak 30 tahun. Tekanan itulah yang membuat mereka cenderung kesepian bahkan menjadi depresi.

Meski begitu, tak ada yang perlu ditakutkan dari masa quarter life crisis. Serangan emosional yang datang dari dalam diri dan dari luar sebenarnya bisa membentuk karakter kita.

Quarter life crisis sendiri bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Bisa dikarenakan begitu banyak pilihan dalam hidup, apakah melanjutkan pendidikan lebih tinggi atau harus bekerja, apakah mengikuti cita-cita atau meneruskan usaha orang tua, dan banyak hal yang ditentukan juga oleh kondisi keluarga dan financial. Pilihan-pilihan itu membuat kita sulit menentukan juga karena adanya ekspektasi dari orang lain. Sebagai harapan satu-satunya orang tua, seseorang dituntut untuk melakukan ini dan itu meskipun tidak suka.

Faktor lainnya seperti pertemanan yang semakin renggang atau hubungan percintaan yang mulai memunculkan dilemma-dilema baru. Membuat kita berpikir apa sebenarnya makna hidup kita. Tanda-tanda mengalami quarter life crisi diantaranya seperti

Merasa tidak bahagia

Kebutuhan financial mungkin stabil, pekerjaan juga aman, tapi entah mengapa hal-hal tersebut tidak cukup untuk membuat kita bahagia. Entah karena itu bukan pekerjaan yang kita sukai, atau hal-hal lainnya. Rutinitas tersebut terkadang malah membuat kita menjadi bosan karena yang kita lakukan hanya kegiatan monoton.

Selalu cemas

Pikiran-pikiran yang seringkali mampir di kepala seperti akan jadi apa kita di masa depan membuat perasaan menjadi cemas dan tak karuan. Kita menjadi gelisah perkara kesuksesan. Kita ingin segalanya bisa dicapai dengan mudah dan waktu yang instan.

Minder

Biasanya, perasaan cemas dan pikiran negatif itu bisa dipicu dari rasa minder. Misalnya kita sedang asyik scrolling media sosial dan menemukan unggahan foto teman-teman yang sudah menikah sementara kita masih stuck di tempat yang sama. Hal-hal seperti itu akan menghilangkan rasa percaya diri, menjadi minder, dan berujung pada cemas dan gelisah.

Untuk mengatasi permasalahan yang timbul akibat quarter life crisis ini bisa dimulai untuk membatasi penggunaan media sosial. Gunakan media sosial secukupnya dan fokuslah untuk melakukan hal yang lebih positif, misalnya membaca buku atau mempelajari hal baru. Buatlah perencaan untuk beberapa tahun ke depan, apa yang menjadi goals kalian dan bagaimana untuk mewujudkannya. Namun tetap ingatlah, bahwa tidak semua rencana kita berjalan sempurna, jadi pastikan agar tidak menaruh ekspektasi terlalu besar.

Yang terpenting, kenali diri kalian sendiri, tujuan, kelebihan, kekurangan, cara kalian bahagia, apakah kalian merasa bahagia dengan pekerjaan yang sekarang. Cari tau jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, karena yang bisa menjawab itu semua hanyalah diri sendiri.[mnd/esd]