Pamekasan (beritajatim. com) – Sejumlah elemen masyarakat di kabupaten Pamekasan, melakukan berbagai aksi baik sebagai langkah antisipasi sekaligus cara pencegahan dalam rangka memutus lengah rantai penyebaran virus corona.

Salah satunya dilakukan Crew Karimata FM yang membagikan seribu kedok bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan alias pengendara kendaraan bermotor yang tidak bermasker di area Monumen Arek Lancar, Sabtu (10/10/2020).

Aksi sosial tersebut dilakukan dalam rangka mempengati Keadaan Ulang Tahun (HUT) Ke-31 Karimata FM, di mana para crew salah satu radio swasta di Pamekasan, juga menggandeng sejumlah lembaga lain, semisal ORARI hingga Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan.

“Kegiatan sosial membagikan seribu masker ini kami lakukan di rangka memperingati HUT Ke-13 Radio Karimata, sekaligus upaya dan janji kami untuk bersama memutus tanda rantai penyebaran virus corona, khususnya di Pamekasan, ” kata Organisator Karimata FM, Syamsul Arifin.

Selain itu pihaknya menyampaikan aksi sosial melayani pandemi Covid-19 juga dilakukan sebagai salah satu bentuk dukungan sinergis untuk program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Terlebih di satu kesempatan, orang nomor utama di lingkungan Pemprov Jatim, yakni Gubernur Khofifah Indar Parawansa datang ke studio Karimata FM sekali lalu menyerahkan bantuan Alat Pelindung Muncul (APD).

“Jadi pembagian masker ini bertujuan untuk mematikan mata rantai penyebaran Covid-19 dalam Jawa Timur, khususnya di kabupaten Pamekasan. Di mana selama tersebut update sebaran Covid-19 terus bekerja, sekalipun sudah mulai menurun dipadankan sebelumnya, ” unykapnya.

Tidak hanya itu, pihaknya pula berharap kegiatan tersebut dapat menjelma ajang sosialisasi untuk bersama meminta masyarakat untuk bersama meningkatkan tingkah laku disiplin guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Mari kita berpose disiplin dengan tetap selalu mengindahkan masker, tujuannya untuk kebaikan bergabung, ” ajaknya.

“Seperti jargon yang sering kita dengar; maskerku melindungimu dan maskermu melindungiku. Dari itu mari kita bergandengan tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan, rajin cuci tangan, physical distancing hingga selalu memasang masker, ” pungkasnya.

Dalam rangka mematikan mata rantai penyebaran Covid-19, Pemkab Pamekasan juga melaksanakan Operasi Yusyisi dalam rangka Penegakan Peraturan Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 yang dilaksanakan sejak Senin (14/9/2020) lalu.

Sementara berdasar update peta sebaran Covid-19 di Pamekasan, terdata sebanyak 344 orang dinyatakan pasti terinfeksi wabah virus corona. Mengungkung sebanyak 12 pasien dalam masa perawatan, 32 orang meninggal negeri, serta sebanyak 300 orang lainnya dinyatakan sembuh pasca menjalani perawatan.

Sedangkan untuk status suspect terdata sebanyak 908 orang, meliputi sebanyak 20 orang tengah di dalam pengawasan, sebanyak 56 orang wafat dunia, serta sebanyak 832 karakter dinyatakan selesai alias Negatif Covid-19. [pin/suf]