Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Madiun (beritajatim. com) – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito, Menkes Budi Gunadi Sadikin mematok Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau tepat vaksinasi massal hasil kegiatan sama dengan TNI-Polri.

Acara vaksinasi massal yang dilaksanakan di Ngrowo Bening, Kota Madiun itu diikuti 1. 500 awak. Wali Kota Madiun Maidi menyebut kedatangan tamu istimewa tersebut tentu menambah watak tersendiri untuk Kota Madiun.

“Ini merupakan bentuk perhatian dari Bapak Panglima, Kapolri, Menkes, Kepala BNPB & Ibu Gubernur untuk Kota Madiun. Perhatian ini tentu saja yang kita harapkan, ” kata Wali Kota Madiun Maidi, Jumat (18/6/2021).

Menkes Watak sempat memberikan apresiasi terpaut capaian vaksinasi di Praja Madiun yang sudah menyentuh 25 persen. Pun, Menkes siap memberikan suplai vaksin agar capaian lebih meningkat. Paling tidak, separuh warga Kota Pendekar sudah tervaksinasi.

Terutama mereka kategori lansia dan pralansia. Bantuan vaksin tersebut dirasa perlu mengingat stok vaksin Kota Madiun juga menipis. Saat ini, masih tertinggal sekitar 1. 100 vaksin. “Proses vaksinasi terus kita lakukan. Bahkan, dari bungkus Menkes tadi siap menaikkan jatah vaksin untuk Kota Madiun agar bisa cepat selesai, ” jelasya.

Selain itu, catatan juga diberikan terkait pengerjaan Covid-19. Terutama sinergitas 3 pilar di Kota Madiun dalam penanganan Covid-19. Pemangku kota berharap masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan.

Sebab, vaksinasi tidak mengucup kemungkinan untuk tertular. Vaksinasi hanya menjadi salah utama upaya pengendalian penularan Covid-19. Namun, protokol kesehatan tak boleh ditinggalkan. “Beliau-beliau sebetulnya juga menyampaikan untuk peraturan protokol kesehatan. Pemerintah kawasan termasuk TNI/Polri harus bertambah mendekat kepada masyarakat buat menanamkan kedisiplinan itu, ” imbuhnya.

Apalagi, tingkat keterisian bed isolasi di rumah sakit nyaris penuh saat ini. Keterisian mencapai 93 persen di empat rumah sakit. Yakni, RSUD dr Soedono, RSUD Kota Madiun, RSI Aisyiah, dan RS DKT. Pemangku kota berharap rumah kecil lain juga membuka servis isolasi Covid-19. Paling tak sepuluh sampai 20 bed. Hal itu sebagai Modus antisipasi jika terjadi lonjakan kasus.

“Upaya mengerem Covid-19 terus kita lakukan. Disamping itu, sarana dan prasarananya juga kita cukupi. Tetapi upaya ini tidak akan maksimal kalau masyarakat tak disiplin protokol kesehatan, ” tandas orang mengedepankan di Pemkot Madiun ini. [asg/suf]