Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim.com) – Setiap 8 september diperingati sebagai hari literasi dunia. Tahun 2021, hari literasi Internasional diperingati dengan tema Literacy for a human-centred recovery: Narrowing the digital divide (Melek huruf untuk pemulihan yang berpusat pada manusia: Mempersempit kesenjangan digital).

Dalam rangka memperingati hari literasi dunia, pengetahuan tentang gerakan literasi di berbagai belahan dunia cukup menarik dibahas. Ternyata, banyak gerakan literasi yang ada di negara lain. Dengan pengetahuan ini, semoga kita sebagai masyarakat Indonesia bisa jatuh cinta pada buku dan menjadikan buku sebagai hobi.

Dengan literasi, kita tentu bisa turut serta membangun negeri ini hingga mampu bersaing di kancah internasional. Berikut beberapa gerakan literasi unik yang ada di dunia, tentunya konsepan ini bisa ditiru bagi kalian yang hendak membangun kultur literasi di lingkungan sekitar.

Kargo Baca, Indonesia

Kargo Baca merupakan sebuah layanan literasi masyarakat yang begitu ini. Kargo Baca yang diprakarsai oleh Edy Dimyati dimana buku-buku akan dibagikan kepada anak-anak melalui transportasi sepeda.

Tentunya, dengan meniru konsep gerakan literasi ini, kita bisa membawa dampak dan bermanfaat untuk menumbuhkan minat baca dan pengetahuan. Utamanya gerakan literasi untuk anak-anak di sekitar.

Jolabokaflod, Islandia

Dari segi nama, memang kita mungkin sedikit sulit untuk mengejanya. Pasalnya, gerakan literasi ini berasal dari masyarakat Islandia. Jolabokaflod adalah gerakan literasi

Masyarakat Islandia dalam memeriahkan hari Natal

Setiap hari Natal datang, akan banyak orang akan membagikan buku atau menukarnya satu sama lain. Seperti diketahui jika tradisi ini sudah ada sejak Perang Dunia ke-2. Waktu yang cukup panjang untuk sebuah gerakan literasi masyarakat. Tidak heran, jika negara Islandia berpredikat sebagai negara dengan literasi tertinggi di dunia saat ini.

Book Fairies, Swedia

Gerakan literasi ini cukup populer di Swedia. Book Fairies merupakan ide dari sekumpulan masyarakat di negara Swedia yang sangat gemar membaca. Kebiasaan masyarakat Swedia ketika selesai membaca buku, mereka akan meninggalkan buku tersebut di fasilitas umum dan meninggalkan tulisan, “Apakah kamu mau membaca buku ini?” Gerakan ini kemudian kian popular setelah seorang aktivis kemanusiaan, Emma Watson membagikan tagar #bookfairies pada akun media sosialnya.

Tertarik dengan literasi unik itu? beberapa konsep tersebut juga bisa ditiru para penggemar buku yang ada di Indonesia. Agar hobi membaca buku dapat ditularkan pada orang lain. [dan/esd]