Pamekasan (beritajatim. com) – Tingkat kesadaran masyarakat bakal pentingnya menerapkan sikap disiplin guna mengantisipsi dan mencegah penyebaran Covid-19 di kabupaten Pamekasan, cenderung menyusun dan bahkan semakin baik.

Hal tersebut berdasar buatan operasi yustisi yang digelar aparat gabungan dari TNI-Polri, Satpol-PP, dan sejumlah instansi terkait, khususnya dalam beberapa pekan terakhir. Terhitung semenjak Senin hingga Selasa (14-29/9/2020) kemarin.

“Setiap hari sejak awal pelaksanaan operasi yustisi itu, jumlah pelanggar protokol kesehatan Covid-19 di kabupaten Pamekasan, cenderung menyusut dibandingkan awal operasi, ” introduksi Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol-PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno, Rabu (30/9/2020).

Bahkan pihaknya menilai secara statistik jumlah pelanggar cenderung membaik, secara umum tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat langsung meningkat dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19. “Banyak alasan dari para-para pelanggar prokes ini, ada dengan beralasan lupa memakai masker mematok posisi masker tidak sempurna, ” unykapnya.

“Jadi kedok itu standarnya menutup bagian ribut, hidung dan dagu. Sehingga betul perlu dilakukan pembinaan agar kelaziman yang salah bisa segera diubah. Apalagi ada yang mengatakan penuh nafas ketika menggunakan masker, ” imbuhnya.

Total pelanggar prokes berdasar update terakhir terdata sebanyak 380 pelanggar, namun di dalam pekan terakhir menurun karena kesadaran dan kepatuhan masyarakat terus menyusun. “Kalau hari pertama total pengingkaran sekitar 89 pelanggar, berikutnya mendarat menjadi 50 dan pekan-pekan final terus menurun, bahkan tidak lebih dari sekitar 20 pelanggar, ” jelasnya.

“Jadi proses yustisi ini tidak hanya dikerjakan di pusat kota saja, tetapi juga diterapkan di tingkat kampung yang tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Bahkan Tim Satgas Covid-19 juga gencar melangsungkan operasi yustisi ini secara massif, ” tegasnya. [pin/but]