Jakarta – Hingga zaman ini, pandemi COVID-19 masih mewabah di Indonesia. Angka penambahan urusan positif semakin masif tiap harinya, tren penularannya pun cenderung meningkat.

Dalam mengantisipasi dan menekan penyebaran COVID-19, PT Brantas Abipraya (Persero) menggencarkan kembali rencana bina lingkungan yaitu bagi-bagi kedok kepada masyarakat yang berada pada sekitar proyek-proyeknya.

Sesudah sebelumnya di Proyek Bendungan Kering Ciawi, Bogor, kini Abipraya membagikan masker gratis untuk masyarakat dengan berada di sekitar Proyek Pangkalan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saat ini asosiasi berperan sebagai garda terdepan untuk memutus penyebaran COVID-19, bersama-sama kita gotong royong membantu meringankan pekerjaan tenaga medis yang sudah mulai kewalahan. Maka, melalui aksi itu kami ingin mengajak masyarakat untuk tetap semangat menerapkan disiplin menggunakan masker, ” ujar Erick Ardana Yunanda selaku Project Manager PT Brantas Abipraya (Persero).

Memperkuat penjelasannya, dalam melaksanakan aksi sosialnya itu Erick dan tim juga menganjurkan himbauan kepada masyarakat agar tetap taat protokol kesehatan. Selain harus disiplin memakai masker yang betul, masyarakat juga harus menerapkan basuh tangan dengan air mengalir dan sabun secara rutin.

Tak hanya itu, tim order Abipraya juga mengingatkan masyarakat buat selalu menjaga jarak dan tidak berkerumun. Keprihatinan dengan kondisi masa ini membuat Brantas Abipraya memperkokoh komitmennya untuk selalu ada untuk Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan sandaran yang terus Abipraya salurkan. Merupakan bagian dari Program Kemitraan serta Bina Lingkungan (PKBL), Sekretaris Kongsi Brantas Abipraya, Miftakhul Anas menambahkan bahwa tak hanya bagi-bagi masker gratis, BUMN konstruksi yang turut mendukung pengembangan kawasan wisata Labuan Bajo ini juga menyalurkan tumpuan berupa sembako, APD (Atribut Pelindung Diri) untuk tim medis, apalagi juga menyokong para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memberikan pinjaman lunak melalui.

“Selain menggunakan dana sebab PKBL, Abipraya juga mengalokasikan pemberian THR (Tunjangan Hari Raya) Komisaris dan Direksi, hingga saat ini Abipraya masih berlangsung membagikan tumpuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak” jelas Anas.

Proyek Terminal Wae Kelambu, Pangkalan Labuan Bajo, NTT ini menjelma sasaran lokasi pembagian masker percuma karena termasuk kawasan yang penuh penduduk dan wisatawan. Diharapkan dengan terpenuhinya kebutuhan masker dan edukasi yang cukup untuk masyarakat kira-kira proyek di Labuan Bajo tersebut dapat menekan dan menurunkan total orang yang terpapar wabah aib berbahaya ini.

Jadi info tambahan, Terminal Multipurpose Wae Kelambu ini merupakan salah satu infrastruktur pendukung Labuan Bajo sesudah ditetapkan sebagai destinasi wisata super prioritas oleh Presiden RI, Joko Widodo. Kehadiran infrastruktur baru tersebut nantinya akan membuat Pelabuhan Labuan Bajo hanya akan melayani aktivitas pariwisata, yang sebelumnya menjadi utama dengan layanan bongkar muat peti kemas. Proyek terminal multifungsi ini ditargetkan dapat selesai pada simpulan tahun ini. (ted)