Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Jombang (beritajatim. com) – Puluhan kuli yang tergabung dalam PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jombang menggelar unjuk rasa pada Jl KH Wahid Hasyim, Senin (29/3/2021). Aksi itu dilakukan sebagai bentuk simpati atas kekerasan yang menimpa jurnalis Majalah Tempo, Nurhadi, di Surabaya.

Dalam unjuk rasa pada depan kantor PWI Jombang itu, wartawan membentangkan sebesar poster berisi tuntutan. Di antaranya, tolak kekerasan pers, usut tuntas kekerasan terhadap kuli, kami pewarta bukan pengantar petaka. Selain itu, wartawan juga melakukan orasi dengan bergantian.

Ketua PWI Jombang Sutono Abdillah mengatakan, dalam aksi solidaritas itu pihaknya memboyong enam tuntutan. Pertama, menyesalkan dan mengutuk pengiayaan kepada Nurhadi saat menjalankan tugas jurnalistik.

“Untuk itu, kami mengingatkan pada semua pihak bahwa profesi wartawan dilindungi undang-undang. Kekerasan terhadap wartawan adalah bentuk penghancuran demokrasi. Karena kuli merupakan pilar demokrasi, ” ujar Sutono.

PWI Jombang juga abdi penegak hukum mengusut sempurna kasus ini dan memyeret pelakunya ke peradilan untuk mendapatkan hukuman yang setara. Juga meminta kepada rekan-rekan wartawan dan pengelola jalan massa tetap mengedepankan metode dan proses hukum dan mengawal kasus ini maka tuntas.

Pada aksi tersebut wartawan juga memgumpulkan pers card (kartu pers) sebagai simbol jarang terhadap pers. Kartu pers itu kemudian ditaburi kembang sebagai bentuk keprihatinan berasaskan kekerasan terhadap wartawan.

Aksi ditutup secara pembacaan pernyataan sikap beserta pembakaran poster tuntutan. Lagak ini mendapatkan pengawalan cermat dari petugas Polres Jombang.

Kekerasan fisik yang dialami Nurhadi terjadi pada Sabtu 27 Maret 2021. Nurhadi tengah mendapatkan tugas sejak redaksi Majalah Tempo buat mengonfirmasi mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji.

Nurhadi telah membeberkan status dan maksud kedatangannya tersebut. Kendati begitu, para pelaku tetap menawan telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya. Nurhadi juga ditampar, dipiting, dipukul di beberapa arah tubuhnya. Untuk memastikan Nurhadi tidak melaporkan hasil reportasenya. [suf/but]