Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Jombang (beritajatim.com) – Hariyadi (43), sibuk menakar serbuk kopi di rumahnya, Desa Pulo Lor, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Kopi itu dikemas dalam ukuran 250 gram dan 500 gram. Kemasannya sangat cantik, perpaduan warna hitam dan biru muda. Pada kemasan itu tertulis ‘Excelsa Wonosalam’.

Ada juga kemasan warna coklat dengan tulisan serupa. Seiring dengan proses pengemasan, harum aroma kopi menyeruak di ruangan itu. Aromanya sangat khas dan menusuk hidung. Setelah beres, kopi tersebut dikemas lagi dalam kardus, lalu ditempeli alamat yang hendak dituju. Hariyadi kemudian menggeber sepeda motornya menuju kantor paket pengiriman yang tak jauh dari rumahnya.

“Alhamdulillah, kopi excelsa Wonosalam mulai banyak peminatnya. Ini tadi kirim ke Makassar, Kalimantan, serta Jakarta. Banyak pemesan dari luar kota, bahkan luar pulau,” kata Hariyadi sembari menunjukkan resi pengiriman barang, Kamis (12/8/2021).

Sudah dua tahun ini Hariyadi punya kesibukan baru. Datangnya badai pandemi Covid-19 tidak lantas membuatnya berpangku tangan. Setiap hari dia pergi ke Wonosalam. Sebuah tempat di kaki Gunung Anjasmoro yang jaraknya sekitar 20 kilometer dari Jombang Kota. Jalannya berkelok dan naik turun.

Di tempat itulah perkebunan kopi menghampar luas. Nah, salah satu jenis kopi yang tumbuh subur adalah jenis excelsa. Dengan sepeda motor yang dimodifikasi sedemikian rupa, Hariyadi menyusuri perbukitan tersebut. Berjumpa dengan petani, menyortir biji kopi yang memiliki cita rasa tinggi. Di Wonosalam pula Hariyadi melakukukan proses roasting dan menggiling kopi yang memiliki rasa khas tersebut.

Kopi excelsa Wonosalam yang sudah dikemas dan siap dikirim ke pemesan

Jika semua sudah beres, dia kembali turun. Menyusuri jalanan naik turun di kaki Gunung Anjasmoro. Kembali ke rumahnya di Jombang Kota. Biji kopi yang sudah digiling itu kemudian diturunkan dari sepeda motor yang dikendarainya. Ditimbang sesuai ukuran, dikemas, lalu dikirim kepada pemesan. Baik secara online maupun bertemu langsung dengan pemesan.

Walhasil, usaha yang digeluti Hariyadi selama pandemi berbuah manis. Kopi excelsa banjir pesanan. Dalam satu minggu, pria yang biasa pakai topi ini mampu menghabiskan 25 kg kopi. “Dalam satu bulan, kalau dirata-rata menghabiskan 100 kg. Harga yang kami bandrol untuk kopi siap seduh, Rp 135 ribu per kilogram,” kata penghobi fotografi ini.

Ingin merasakan kopi excelsa Wonosalam? bisa menghubungi nomor 08151-556-6267. Kopi dengan aroma khas akan dikirim ke rumah pemesan. Karena untuk menikmati kopi dengan cita rasa tinggi tidak harus nongkrong di kafe.

Bukan Sekadar Menjual Kopi

Petani Wonosalam sedang menjemur kopi excelsa yang baru dipanen

Hariyadi memasuki ruang tamu rumahnya dengan membawa kopi yang sudah diseduh. Asap tipis dari gelas itu menebar aroma khas, yakni harum kopi excelsa. Dia kemudian menjelaskan latar belakang jatuh hati kepada kopi di kaki Gunung Anjasmoro itu.

Menurut Hariyadi, selama ini Wonosalam hanya dikenal sebagai penghasil durian jenis bidu. Padahal, potensi Wonosalam lebih dari itu, banyak tanaman lainnya yang juga tumbuh subur di kawasan tersebut. Bahkan Wonosalam juga menjadi lumbung kopi di Jawa Timur.

Itu sudah berlangsung sejak lama, berlangsung turun temurun sejak zaman Belanda. “Salah satunya adalah kopi jenis excelsa. Ini kopi khas Wonosalam. Kopi jenis ini tidak banyak ditemukan di tempat lain di Indonesia,” ujar Hariyadi.

Kopi ini selain memiliki rasa pahit, juga ada rasa manis dan masam. Namun rasa gurihnya tak ketinggalan dengan kopi yang lain. Kopi jenis ini juga memiliki karakteristik yang khas pada rasa. Jika diseduh, kopi excelsa memiliki aroma khas buah nangka.

“Kopi Excelsa ini biasa disebut Asisa atau kopi nangka. Ini merupakan varietas kopi yang paling banyak tumbuh di kawasan sekitar lereng Gunung Anjasmoro dengan ketinggian areal tanam rata-rata 600-1000 mdpl,” ujarnya.

Meski memiliki kekhasan tersendiri, namun kopi asisah belum banyak dikenal. Masih kalah dengan varietas lain seperti arabica dan robusta. Dari situlah Hariyadi tergerak untuk memasarkan kopi excelsa.

Sekaligus mengkampanyekan kopi yang banyak tumbuh di Kecamatan Wonosalam itu. “Harapannya, kopi excelsa Wonosalam banyak dikenal. Karena selain durian, kopi excelsa merupakan potensi dari Wonosalam Jombang,” kata Hariyadi sembari menyeruput kopi excelsa racikannya. [suf]