Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Jakarta (beritajatim. com) – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan siap menunjang dunia perfilman Indonesia. Menurutnya, industri perfilman sebagai daerah seni budaya harus langsung mendapat perhatian dari negeri.

Dukungan jelas LaNyalla diperlihatkan dengan keterlibatannya dalam sinetron ‘Amanah Wali’ season 5, yang diproduksi oleh MNC Pictures. Senator Jawa Timur itu menjadi cameo untuk episode 36 yang tayang, Minggu (9/5/2021), pukul 02. 30 WIB di Indonesia.

“Saya dengan khusus menaruh perhatian di perfilman Indonesia, terutama karena pandemi virus Covid-19, pabrik film kita menjadi satu diantara sektor yang sangat terdampak, ” tutur LaNyalla, Sabtu (8/5/2021).

Ditambahkannya, pandemi Covid-19 menyebabkan penuh pembatasan di dunia perfilman Tanah Air. Pembatasan tersebut seperti ditutupnya bioskop, hingga penghentian produksi perfilman Nusantara di awal pandemi tarikh lalu.

Perfilman Indonesia yang mati suri, menyebabkan para pekerjanya kehilangan mata pencaharian. Pelaku industri film pun akhirnya banyak yang tercampak setir.

“Karena 90% pendapatan film berasal dari penjualan tiket bioskop. Kemudian juga proses produksi film, termasuk film di TV seperti sinetron, penuh dikerjakan teman-teman yang berstatus freelance. Ketika produksi berakhir, maka pemasukan mereka so pasti terdampak, ” papar LaNyalla.

Ketua Lembaga Kehormatan Kadin Jawa Timur itu berharap pemerintah bertambah memperhatikan nasib pekerja ekonomi kreatif, termasuk di zona perfilman ini. Baik itu pekerja film layar luas, pertelevisian, dokumenter, hingga industri periklanan.

“Dan para pekerja perfilman tersebut kan bukan cuma dengan ada di pusat sekadar. Banyak juga industri perfilman daerah dengan SDM lokal yang perlu kita selamatkan. Maka DPD RI memiliki peran karena urusan kecil ini kan ada dari Sabang sampai Merauke, ” tuturnya.

Untuk itu, LaNyalla mengatakan siap mengutus Komite III DPD RI yang membidangi kesibukan seni budaya serta ekonomi kreatif untuk mengawal peningkatan kesejahteraan para pelaku pabrik film.

“Kami juga berharap teman-teman di DPR melalui Komisi X agar kita bersama-sama mengirimkan aspirasi pekerja perfilman pada negeri ke pemerintah. Perlu kerja sama yang solid untuk membantu berbagai kalangan yang terimbas besar kelanjutan pandemi, ” jelas LaNyalla.

Untuk diketahui, kalangan pekerja film Nusantara ramai-ramai mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar pemerintah menyerahkan bantuan untuk mereka. Pada surat yang mengatasnamakan Jiwa Film Indonesia (IFI), praktisi film mendapat bantuan bagian stimulus, subsidi, serta pelestarian hukum dan kesehatan selama pandemi.

Sementara itu Sutradara sinetron Jujur Wali, Yogie Yosse mengantarkan terima kasih kepada LaNyalla yang bersedia menjadi kartika tamu. Kehadiran LaNyalla di sinetron Amanah Wali dikenal menjadi angin segar bagi para insan perfilman.

“Sedikit sekali pejabat yang menunjukkan kepedulian terhadap perfilman Indonesia, yang sesungguhnya sangat terdampak akibat pandemi Covid. Semoga bisa membangkitkan semangat teman-teman pekerja hidup, ” katanya.

Yogie berharap agar pejabat-pejabat negara yang lain mampu menunjukkan kepedulian yang sama. Dia berharap agar negeri tidak menganaktirikan sektor perfilman.

“Kalau mampu pejabat-pejabat lain seperti Bungkus LaNyalla karena selama ini kami kurang dihargai. Semua sibuk dengan sektor turisme dan UMKM, tapi ingat dengan sektor perfilman. Padahal coba bayangkan saja, 1 judul film itu bisa hampir 200 kru dengan pemainnya. Kalau masing-masing memiliki anak 2 dengan 1 istri, sudah berapa karakter yang ditanggung hanya buat 1 produksi saja, ” urainya.

Pada sinetron Amanah Wali, LaNyalla beradu akting dengan personel band Wali yang merupakan pemeran utama dalam serial tersebut. Mereka adalah Apoy, Faank, Tomie, dan Ovie. (kun)