Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – MR (16) warga Jalan Jagoan, Surabaya menjadi korban dua gabungan tawuran anak, Jumat (27/11/2020), usai salat subuh. Remaja ini ditemukan tewas penuh luka senjata pintar di Jalan Tembaan, tepatnya di depan Kantor Bank Nasional Indonesia (BNI), pukul 04. 53.

Informasi yang dihimpun, Fadilah (25) warga Kelurahan Krembangan, Kecamatan Krembangan, melihat langsung bentrokan itu. Bahkan, dirinya mengaku ketakutan sebab puluhan anak yang terlibat darah ini membawa senjata tajam celurit dan parang.

“Karena banyak orang teriak dan angkat sajam akhirnya saya balik. Kami takut dan lari secepat jadi. Soalnya kelompok itu meneriaki karakter yang mau ke pasar supaya tidak melihat, ” katanya kepada beritajatim. com.

Tak berhenti disitu, ibu dua anak ini mmelihat langsung dengan tenggang tak lebih dari 50 meter. Dia kemudian lari secepat agak-agak. Namun sampai di pasar maling sebelah Kantor Damkar gerombolan bani ini justru lari ke arahnya. Sampai akhirnya ia tiba dalam depan rumahnya. Tentu saja, para remaja yang jumlahnya lebih lantaran 20 orang ini lewat pendahuluan rumahnya.

Sembari ketakutan dan nafas ngos-ngosan, Fadilah melihat sejumlah anak membawa banyak senjata tajam. Tak kepalang tanggung sajam yang dibawa panjangnya menyentuh satu meter. Setiap anak mendatangkan satu sajam dan nampak lari kencang.

“Nggak terang. Awalnya saya mengira sedang dikejar anak-anak itu. Makanya aku langsung masuk rumah dan tutup pintu. Jarak rumah dan Pasar Turi juga gak jauh paling 100 meter. Karena takut saya memperhatikan dari korden. Dari situ terlihat anak-anak lari di depan rumah saya, ” ujarnya.

Usai bentrok ia pun mendengar ada yang tewas di lokasi kejadian Jalan Tembaan tersebut. Taat informasi yang beritajatim. com peroleh, korban tewas adalah MR (16). Korban meninggal dengan luka potongan benda sajam. Kemudian ada luka robek dada kanan, kaki, serta kepala.

Korban yang diketahui berstatus pelajar SMK tersebut mengenakan kaos hitam lengan lama dan celana pendek biru bertuliskan angka 23. Kejadian ini diketahui pengendara motor yang melintas di TKP, kemudian dilaporkan ke anggota Polsek Bubutan.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo membenarkan kejadian ini. Bagian kepolisian masih menyelidiki kasus yang diduga bentrok antar gengster. Petugas memastikan, akan melakukan memburu karakter yang mengeroyok korban MR tenggat meninggal.

“Benar kita masih dalami. Belum bisa membaca secara detail. Tunggu saja, karena penyelidikan masih berlangsung, ” jelasnya kepada beritajatim. com.

Perlu diketahui Gengster di Surabaya bikin live bentrok dan damai berkelompok mengacungkan sajam di teras Instagram (IG). Dalam catatan beritajatim. com lebih dari lima akun instagram menyiarkan langsung bentrok & memamerkan senjata tajam diduga pada Surabaya ini.

Kegiatan ini hanya bisa disaksikan dengan langsung oleh pengikut IG yang jumlahnya sampai ribuan, belasan hinggga puluhan ribu pengikut. Seperti dengan diucapkan Japran (19) bukan nama sebenarnya, ia mengaku sudah tahu beberapa kali akun instagram BRT378_ live saat bentrok. Bahkan usai live, video juga terunggah pada story maupun postingan IG mereka.

“Saya ikuti akun itu (Instagram. red) sudah perut bulan lebih mungkin. Ada live bentrokan beberapa kali tapi hamba lupa dimana tempat bentroknya, ” jelasnya kepada beritajatim. com, Kamis (26/11/2020). [man/suf]