Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Mojokerto (beritajatim.com) – Ladang persawahan di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto mendadak viral di media sosial (medsos). Ini lantaran pemilik mengganti tanaman yang gagal panen menjadi tanaman bunga matahari.

Alhasil, kebun bunga matahari milik Budi Utami menjadi jujugan wisatawan atau pengunjung untuk berswa foto. Ini lantaran tanaman bunga matahari yang berumur 60 hari ini sudah berbunga. Sehingga bunga matahari yang mekar tersebut menjadi spot foto yang instagramable.

Tak hanya pengunjung dari Mojokerto, namun juga dari luar Mojokerto sengaja datang ke kebun bunga matahari hanya untuk berswa foto sembari melepas penat di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Lantaran sejumlah tempat wisata tutup selama PPKM.

Pengunjung banyak yang datang terutama di pagi dan sore hari. Tak hanya mereka yang masih Anak Baru Gede (ABG) saja yang datang ke wisata dadakan tersebut, namun juga rombongan keluarga datang ke kebun bunga matahari yang terbentang di lahan seluas 7.000 meter persegi tersebut.

Sebenarnya, kebun bunga matahari tersebut bukanlah tempat wisata. Melainkan kebun biasa yang sengaja ditanami pemilik, Wahyu Harijanto dan Budi Utami warga Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dengan bunga matahari. Lantaran kebun miliknya sering gagal panen karena di makan wereng dan banjir.

Kebun bunga matahari di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menjadi wisata dadakan.

Sekitar dua bulan lalu, pemilik merubah lahan persawahan tersebut dengan tanaman bunga matahari. Taaman bunga matahari yang ditanam saat ini berumur 60 hari dan baru panen saat usia 90 hari. Saat panen bunga matahari akan diambil bijinya sebagai bahan makanan ringan kwaci.

Karena posisi kebunnya yang berada di pinggir jalan awalnya dijadikan swafoto beberapa orang saja. Namun karena diunggah di medsos akhirnya viral dan menjadi wisata baru di Mojokerto. Pemilik tak menyangka budidaya bunga matahari miliknya akan viral di medsos.

Salah satu wisatawan, Tomy (31) mengaku, tahu dadi medsos. “Tahu dari medsos teman-teman terus sama keluarga ke sini, rombongan. Bagus, saya pikir hanya bisa ditanam di daerah pengunungan ternyata di dataran rendah bisa. Ya buat foto-foto bareng keluarga,” ungkapnya, Senin (16/8/2021).

Kebun bunga matahari di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto menjadi wisata dadakan.

Warga Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo ini mengaku akan kembali datang ke kebun bunga matahari tersebut bersama keluarga yang lain. Selain bagus untuk berswa foto, jalan menuju lokasi juga tidak sulit karena ada petunjuk dan warga yang menunjukkan jalan.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Tempuran, Slamet mengatakan, kebun bunga matahari merupakan milik Budi Utami dan Wahyu Harijanto warga Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. “Kebunnya kebetulan berada di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran,” katanya.

Ia mengaku tidak tahu jika sebelumnya pemilik menanam bunga matahari. Namun karena sejak beberapa hari yang lalu ramai didatangi masyarakat karena viral di medsos sehingga untuk menghindari kerumunan, pihak desa membuat parkiran agar rapi.

“Saya minta pemuda karang taruna untuk mengatur kendaraan masyarakat yang datang. Pengunjung yang datang juga dibatasi untuk menghindari kerukunan, apalagi saat ini masih PPKM Level 4. Saya khawatir juga jadi jangan sampai ada kerumunan karena banyak yang ke sini,” ujarnya.

Karena, Kades menambahkan, pengunjung yang datang mayoritas keluarga sehingga membawa mobil. Pihak desa pun membatasi jam berkunjung, yakni mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Parkir untuk sepeda motor Rp2 ribu, mobil Rp5 ribu. [tin/ted]