Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Sidoarjo (beritajatim. com) – Penghargaan sebagai kabupaten pemandu terwujudnya karya novel Ceris (Cerita Islami) di Provinsi Jatim diperoleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dari Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan diterima Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi SH dari Besar Kanwil Kementerian Agama Daerah Jatim Dr. H. Ahmad Zayadi M. Pd dalam Launching 10 ribu setia pemula karya novel Ceris (Cerita Islami) dan 78 karya Ceris siswa dan guru PAI SMA/SMK Jawa Timur di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kamis (8/4/2021).

Wakil Tumenggung Sidoarjo H. Subandi memberikan ucapan terimakasih atas apresiasi yang diberikan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jatim pada Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo akan terus mendorong budaya literasi yang digalakkan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jatim melalui program semacam ini.

Menurutnya launching 10 ribu penulis jalan karya novel Ceris mau menumbuhkan minat pelajar di dunia tulis menulis. Makin ditengah pandemi Covid-19 saat ini pelajar diharapkan tetap berkarya. “Saya harapkan tentu berkarya, mulai SD datang SMA tetap berkarya tulis menulis, ” ucapnya.

Wabup H. Subandi menyampaikan mengembangkan budaya literasi harus dipupuk sejak piawai dini. Hal tersebut dapat dimulai dari lingkungan puak. Ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau mau mendorong pembiasaan baca & tulis. Melalui kegiatan sama dengan ini dirinya yakin adat literasi akan terus meningkat meski ditengah pandemi yang melanda.

“Jangan sampai adanya pandemi itu kita tertinggal dalam literasi, karya-karya tulis anak-anak hamba harapkan tetap eksis, ” imbuh mantan Ketua Bayaran A DPRD Sidoarjo tersebut.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jatim H. Ahmad Zayadi mengatakan rencana 10 ribu penulis pemula karya novel Ceris berasal dari kondisi pelajar dimasa pandemi Covid-19.

Kegiatan pembelajaran yang tidak bisa dilakukan secara tatap muka dimasa pandemi menghambat pembelajaran agama. Pasalnya menurutnya mengajarkan pendidikan agama bukan hanya mengajarkan agama selalu.

Tetapi pula mendidik siswa berprilaku sesuai agama, membiasakan kebiasaan keyakinan serta serta merawat kebiasaan keagamaan. Menurutnya kalau pembelajaran itu dilakukan secara maya, pesan-pesan tersebut tidak dapat disampaikan.

“Maka kita menjemput inisiasi untuk bagaimana penelaahan berbasis literasi, dengan literasi diperkaya dengan cerita-cerita, kisah-kisah yang luar biasa, literasi yang kita manfaatkan merupakan cerita-cerita Islami, kenapa, karena kontennya adalah pendidikan petunjuk Islam, ” paparnya.

Dikatakannya juga pembelajaran berbasis literasi mendapat respon yang luar biasa sebab guru maupun pelajar. Transisi budaya yang semula kebiasaan dengar, naik menjadi budaya menulis. Dalam beberapa bulan ini sudah terbit 78 karya tulis Ceris. Tidak hanya karya dari kiai PAI, namun juga susunan dari siswa siswi madrasah.

“Ini sesuatu yang sangat luar piawai, ini karya siswa seluruh, karya anak-anak kita, ”ucapnya sambil menunjuk buku-buku buatan karya pelajar yang diperlihatkan dalam launching tersebut. (isa/ted)