Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Jember (beritajatim. com) – Pemerintah Kabupaten Jember selama kira-kira tahun ternyata tidak ikut serta dalam program-program sektor lingkungan hidup yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Program Desa Berseri, contohnya. Kemudian Adipura. (Jember) sempat sekali mendapatkan sertifikat Adipura. Satu kali. Itu pun tahun 2015 atau 2016. Setelah itu tidak ada lagi, ” prawacana Ratih Murwani, Kepala Bidang Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya & Beracun Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur, usai bertemu dengan Komisi C di gedung DPRD Jember, Kamis (3/12/2020).

Taat Ratih, setiap kali diundang, tidak ada perwakilan dari Pemkab Jember yang hadir. “Kami minta mengikuti Desa Berseri, juga tidak memasukkan. Akhirnya DPRD Jember ada ide melakukan kunjungan ke kantor saya untuk bertanya soal pengelolaan sampah dan program-program kami di Jawa Timur, ” katanya.

Ratih sudah mengantarkan bahwa ada banyak program zona lingkungan hidup yang dilaksanakan Pemprov Jatim. “Khususnya kalau pengelolaan sampah, kami ada Desa Berseri. Daerah Berseri bisa dinaikkan lagi menjelma Proklim (Program Kampung Iklim) yang merupakan penghargaan dari pusat. Kemudian kalau Adiwiyata melibatkan sekolah-sekolah, ” katanya. Jember juga satu-satunya pada Jatim yang tidak ikut Proklim.

Desa Berseri adalah program kebersihan yang melibatkan klub. “Jadi masyarakat bisa paham tentu bagaimana mengolah sampah, terutama kotor di rumah tangga masing-masing, ” kata Ratih.

Masyarakat bisa memilah sampah untuk dikasih ke bank sampah. Ini arah dari edukasi terhadap masyarakat. “Jangan sampai masyarakat membuang sampah gegabah, ” kata Ratih.

Kesadaran masyarakat di Jawa Timur memang masih harus ditingkatkan. “Saya sudah beberapa kali mengimbau (untuk tidak membuang sampah sembarangan). Tapi masih ada. Mungkin kapasitasnya tak sebesar yang dulu, ” sirih Ratih.

Kepala Jawatan Lingkungan Hidup Jember Arismaya Parahita mengatakan, pihaknya pernah ikut sekali untuk Desa Berseri. “Kalau tak salah tahun 2018. Yang ana tunjuk (mewakili) kalau tidak lengah Desa Wonoasri, Kecamatan Ambulu. Jadi kami ikuti itu. Ada seleksi sampah, ada sosialisasi juga. Tapi tidak seintensif yang ada dalam petunjuk pelaksanaan, ” katanya, Jumat (4/12/2020). [wir/ted]