Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Lamongan (beritajatim. com) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Sunan Drajat Paciran Lamongan (PPSD). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat silaturahmi dan diskusi secara pimpinan dan santri PPSD dalam sektor kelautan & perikanan, Sabtu (01/05/2021).

Kedatangan rombongan KKP yang mengendarai mobil Alfphard warna hitam RI 39, Toyota Hiace W 7008 NA, Hiace L 7412 PL sambil dipatwal oleh Polda Jatim tersebut langsung disambut oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Polres Lamongan. Rombongan menuju dalem PP Sunan Drajat untuk melaksanakan silaturahmi dengan KH. Abdul Ghofur (pengasuh PP Sunan Drajat), para pengelola, dan santri.

Dalam kunjungan tersebut, dilakukan penyerahan bantuan keluaran perikanan oleh Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan buat mendukung pemenuhan protein klub.

Pengasuh PP. Sunan Drajat, KH. Abdul Ghofur, menyambut baik kedatangan rombongan dan mengucapkan apresiasi kepada semua pihak pada penyerahan bantuan tersebut.

Dalam kegiatan diskusi, dia juga menyampaikan kalau PP Sunan Drajat sudah memiliki beberapa usaha dengan bisa menjadi penopang dalam mewujudkan kemandirian dan ketenteraman pesantren, salah satunya adalah usaha produksi garam SSD (Santri Sunan Drajat).

“Usaha produksi garam di PP Sunan Drajat telah mampu menghasilkan buatan garam berkualitas, dengan rancangan alat pembuat garam dengan baik dan memiliki instalasi pemurnian garam, PP Sunan Drajat juga telah bekerjasama dengan banyak pesantren yang lain di Jawa Timur, ” kata Kiai yang mempunyai 12 ribu santri itu.

Oleh pokok itu, KH Abdul Ghofur berharap, nantinya melalui teknologi tepat guna yang langsung dikaji oleh KKP, garam SSD bisa berproduksi bertambah efisien dan efektif melalaikan beberapa riset terapan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Ir. Sakti Wahyu Trenggono, M. M dalam sambutannya mengapresiasi langkah PP Sunan Drajat. Apreasi karena telah menjadi motor penggerak menggunakan berbagai kegiatan usaha yang dilakukan.

“Pertama kali menginjakkan kaki dalam Sunan Drajat, merasa ada yang berdetak di berkorban saya. Langkah ekonomi yang telah dilakukan PP Sunan Drajat ini saya tetap akan bisa menstimulasi asosiasi untuk tumbuh menuju kemerdekaan ekonomi, ” tutur Gajah Trenggono

“Andai seluruh pesantren di Indonesia bisa mengikuti cara serupa di sini (PP Sunan Drajat), saya yakin negara kita maju, ” ujarnya

Orang cetakan satu di KKP itu juga memaparkan, untuk memajukan pertumbuhan ekonomi nasional serta kesejahteraan masyarakat, KKP melayani pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang dibantu riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung perikanan air tawar, payau, & laut barbasis kearifan lokal.

“Kita optimitis sektor kelautan dan perikanan bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sekaligus menjamin keberlanjutan ekosistem perikanan dalam Indonesia, ” paparnya.

Komoditas, lanjut Menteri KKP, yang akan ditingkatkan produktivitasnya dan ditargetkan bisa menguasai pasar dunia, pada antaranya udang, lobster & ikan unggulan sesuai kebajikan lokal di masing-masing daerah.

“Semoga produktivitas kita mampu menyaingi China, India, dan Thailand, ” pungkasnya.

Turut hadir di kegiatan tersebut antara lain Tumenggung Lamongan Yuhronur Efendi, Nusron Wahid Politikus Partai Golkar, Dr. Rina. Dir BKIPM, Hartatik Dir PDS Pengukuhan Daya Saing, dan Dirjen lainnya.

Di dalam rangkaian agenda ini, sebelumnya KKP telah melakukan kunjungan kerja lapangan ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong buat memberikan bantuan dan meninjau fasilitas, hingga kemudian berhijrah di pabrik garam PP Sunan Drajat. [aht/but]