Surabaya (beritajatim. com) – Siti Nurhaliza berhasil menangkap Hosni binti Hayet yang merampas handphonenya. Gadis kelahiran 18 tahun suram ini mengejar sejauh tiga kilometer hingga sang jambret terjatuh.

Hal itu diungkapkan Siti Nurhaliza saat memberikan keterangan sebagai saksi korban dalam persidangan dengan digelar secara virtual di tempat Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (29/9/2020).

Bertambah lanjut Siti Nurhaliza menyatakan, perihal naas itu terjadi pada 30 Juni 2020 sekitar pukul 18. 00 Wib. Saat itu dia janjian bertemu dengan temannya dalam jalan Simolawang, saat itu objek memainkan hanphonenya sambil menunggu temannya untuk mengirimkan obat.

“Tiba-tiba HP saya dirampas sebab dia (Terdakwa), lalu saya kejar kira-kira sejauh tiga kilometer dan Terdakwa terjatuh, saya pun terjatuh, ” ujar Siti Nurhaliza.

Setelah Terdakwa jatuh, objek lalu teriak maling-maling dan akhirnya Terdakwa ditangkap oleh warga.

Atas keterangan korban, Tersangka Hosni tidak membantah. Terdakwa membuktikan aksi penjambretan tersebut dia lakukan karena spontan karena melihat objek memainkan handphone dipinggir jalan.

Terdakwa juga menjelaskan, era dia dikejar korban sampai keputusannya terjatuh karena kehabisan bensin.

Perlu diketahui, dalam perkara JPU Neldy Denny disebutkan bahwa kejadian ini berawal saat bukti Siti Nurhaliza yang saat itu sedang menerima pesan singkat menggunakan WA di HP VIVO jenis 1901, sempat berhenti dan melayani pesan singkat tersebut.

Bahwa terdakwa dengan saat itu pulang dari kegiatan telah ada niat sebelumnya buat mencari sasaran mengambil HP, saat melintas menggunakan sepeda motor Honda Supra L 3478 TY dalam tempat sebagaimana tersebut diatas, tahu saksi korban yang sedang memiliki HP, selanjutnya terdakwa mendekati dengan cara memepet secara tiba – tiba, kemudian merampas dengan menekan dimana setelah berhasil mendapat HP milik korban, terdakwa langsung lari meninggalkan korban.

Kalau korban yang sempat kaget dengan perampasan tersebut, secara spontan melacak terdakwa sambil berteriak “maling – maling”, sehingga warga sekitar yang mendengar hal tersebut, langsung menolong dan ikut melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Perbuatan tersangka sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 365 ayat (2) ke-1 KUHP. [uci/but]