Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Jakarta (beritajatim. com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan kombinasi industri dan migas yang terjadi di Jawa menghasilkan ekosistem yang luar biasa. Menurutnya, zaman ini Jawa Timur memiliki persediaan minyak 264, 1 jt barel dan 5. 377 miliar meter kubik untuk gas dan perdana diekplorasi setengahnya.

Jawa Timur, lanjutnya, memiliki potensi yang signifikan terhadap sumber daya patra dan gas.

“Dimasa yang sulit ini tetap mengabulkan epklorasi melalui teknologi yang tetap berkembang. Ibaratnya pengetahuan yang tetap menyebar, kegiatan migas akan berdampak positif ke sektor lain. Pemda bukan hanya mengejar hasil, tapi juga ekosistem, bagaimana kegiatan migas menyebabkan ekosistem tumbuh, ” perkataan Emil Dardak dalam diskusi panel acara Konvensi Migas Internasional yang berlangsung tanggal 2-4 Desember 2020.

Menurutnya, investasi dengan masuk tidak membuat berjauhan dengan masyarakat tapi malah semakin mengerapkan kepada masyarakat karena adanya pendayagunaan sumber daya manusianya.

“Makanya kami ada akademi migas di Bojonegoro. Kita harapkan bisa membangun bangun ekosistem teknokrasi yang baik di sana, ” lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan gas bumi yang dihasilkan banyak dimanfaatkan untuk perkembangan di kawasan industri.

“Jawa Timur secara de facto merupakan ekonomi terbesar ke 2 di Indonesia, secara jumlah penduduk terbesar ke 2 mencapai dengan 42 juta, 1/6 ekonomi Indonesia juga ada di Jatim, 1/3 lifting migas Indonesia ada di Cepu. Kombinasi industri dan migas, keduanya menghasilkan ekosistem yang luar biasa. ” Kata wagub Jawa Timur ini.

Menurutnya, ketersediaan gas bisa menjelma katalisator untuk pengembangan industri termasuk industri petrocemical yang derivatifnya benar dibutuhkan di pharmaceutical untuk bisa mendorong industri hulu hilir pada Jawa Timur.

sementara itu terkait isu participating interest (PI) proyek migas seperti dengan tertuang dalam permen ESDM, Emil mengharapkan implementasi PI bisa pada optimalkan. “Ini harus ada sense of belonging agar bisa dioptimalkan karena ada efek investasi di daerah setempat. PI menjadi tanggung jawab pemda untuk dapat menganjurkan pembangunan yang fair pada daerah yang ada migas di daerah Jatim, ” tambahnya.

Ditempat yang sama, Ketua bayaran VII DPR RI sugeng suparwoto mengatakan PI menjadi sebuah opsi yang menarik bila daerah memiliki dana karena kontaknya bussines to bussines, atau daerah bisa mengutarakan bond untuk membiayai.

“Jika mengundang mitra kurang menjadikan, karena dalam migas ada jalan yang panjang. Untuk keluar patra bisa mencapai 4 tahun. Tapi dengan PI 10 persen kalau tata kelola baik jadi menjadi menarik, ” ujar sugeng.

Ia mencontohkan Blok Cepu dengan PI 10 persen, 45 exon persen, dan pertamina 45 persen. “PI dibagi 4 wilayah yaitu Jatim, Bojonegoro, Blora dan Jawa Tengah. ini cepu disebut PI gotong royong. Masing-nasing mempunya tanggungjawab budget yang sama. Kalau ada revenue masuk baik daripada bagi hasir maupun dari cost recovery, masuk ke ke pertamina dan exxon, sementara PI kudu bagi dengan daerah, ” katanya. (*)