Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

Bangkalan (beritajatim. com) – Persen D DPRD Kabupaten Bangkalan melakukan monitoring pelaksanaan Penelaahan Tatap Muka (PTM) pada beberapa sekolah. Hal itu untuk memastikan penerapan aturan kesehatan (prokes) di dunia pendidikan.

Pemimpin Komisi D, Nur Hasan mengatakan, pemantauan di kurang sekolah sudah menerapkan prokes. Hanya saja masih ada sekolah yang belum menyimpan tempat cuci tangan pada setiap kelas. “Kalau kedok dan prokes lainnya telah diterapkan. Tetapi penyediaan wadah cuci tangan masih kurang, belum ada di seluruh kelas, ” ungkapnya, Rabu (2/6/2021).

Selain itu dia juga meninjau vaksinasi yang sudah dilakukan oleh tenaga pengajar. Ia menemukan, beberapa sekolah belum menunjukkan keterangan vaksin. Sehingga ia meminta kepala sekolah untuk mendata kembali agar seluruh gaya pengajar dan seluruh pekerja di sekolah sudah divaksin.

“Jika tersedia yang menolak divaksin, kepala sekolah wajib mengurangi tanda mengajar agar sertifikasinya tidak cair, ” tambahnya.

Diketahui saat itu terdapat satu kecamatan dengan tidak melaksanakan PTM yaitu Kecamatan Arosbaya. Hal tersebut disebabkan tingginya kasus Covid-19 di tempat itu. “Khusus di Arosbaya karena sungguh penularan cukup tinggi, maka tidak boleh melaksanakan PTM terlebih dahulu, ” ujarnya.

Ia menyelami, tingginya tingkat penularan disebabkan banyaknya Pekerja Migran Nusantara (PMI) yang pulang ke Arosbaya serta kesadaran vaksinasi masih rendah. “Tidak hanya sekolah negeri, tapi sekolah swasta juga harus ditutup dulu agar memutus transmisi, ” pungkasnya. [sar/suf]