Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Konvensi permohonan praperadilan yang diajukan oleh David, warga Kenjeran Surabaya kembali dilanjutkan di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (7/4/2021).

Pada sidang kali ini, bagian pemohon yang diwakilan kuasa hukumnya Andry Ermawan & rekan mendatangkan dua saksi fakta. Keduanya adalah Debora Wirastuti Setyaningsih dan Giono. Namun keterangan keduanya tidak dilakukan penyumpahan seperti bukti pada umumnya, sebab saksi masih ada hubungan tanggungan dengan pemohon yakni isteri dan juga mertua pemohon.

Dalam persidangan yang dipimpin hakim tunggal IGN Bhargawa, saksi Debora mengungkapkan dengan jalan apa dia mengalami penyekapan yang dilakukan sejumlah orang & juga dibantu oleh perseorangan polisi.

Menurut Debora, perihal itu terjadi pada 12 Juni 2020 lalu kira-kira pukul 14. 00 WIB rumahnya didatangi oleh seorang bernama Koko dan seorang oknum polisi TH.

“Saat datang, oknum polisi tersebut menyebut bahwa dia adalah seorang kepalanya polisi dan datang ke rumah saya karena disuruh bos kami Hendrawan Teguh, ” perkataan saksi.

Kehadiran Koko dan oknum petugas tersebut berkaitan dengan tuduhan Hendrawan Teguh bahwa saksi telah menggelapkan uang perusahaan sebanyak Rp 14 miliar.

Atas dakwaan itu, salah seorang perseorangan polisi berinisial TH berhubungan orang yang disinyalir titah termohon praperadilan mengambil barang-barang milik pemohon praperadilan dan menyuruh Debora untuk menandatangani kuitansi kosong.

Selanjutnya orang-orang tersebut serupa membawa Debora untuk menunjukkan rumah Fitri, salah seorang karyawan termohon praperadilan. Kemudian, Debora dan Fitri dibawa ke kantor termohon yaitu PT Elmi Cahaya Cendikia dan selanjutnya terjadi penyekapan selama beberapa jam. ”Saya dikunci sekitar pukul 17. 30 Wib (waktu adzah maghrib) sampai pukul 20. 30 Wib, ” ujar Debora.

Usai disekap, saksi kemudian dibawa ke Polsek Sawahan dan saksi tidka diperbolehkan meresap. Saksi bisa pulang ke rumah sekitar pukul 23. 00 Wib. Saat di rumah, saksi sudah tak melihat lagi mobil terios dan juga dua motor miliknya.

Usai sidang, kuasa hukum pemohon yakni Andry Ermawan membuktikan bahwa dari keterangan saksi fakta di persidangan telah jelas bagaimana saksi mengalami tekanan dan juga penyekapan. “Bahkan untuk bisa pipis saja harus dikawal yang kemudian dikunci lagi di ruangan, ” ujar Andry.

Dengan adanya keterangan saksi ini, Andry berharap agar penyidikan yang dilaporlan kliennya yakni nomor LP/B546/VI/RES. 1. 8/2020/Jatim/ Restabes SBY tertanggal 13 Juni 2020 bisa diproses kembali dan ditetapkan Tersangka. [uci/kun]