Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Data OJK, per Januari 2021 kinerja premi asuransi jiwa dan ijmal secara nasional mencatatkan kemajuan positif yakni mencapai Rp30, 35 triliun, atau terangkat 15, 94 persen dibandingkan dengan Januari 2020 yang hanya Rp26, 17 triliun.

Agaknya pandemi membuat masyarakat lebih sadar akan perlindungan kesehatan. Menurut Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Malang (Unisma), Harun Al Rasyid, pandemi malah membuat orang sadar buat ikut asuransi, dan itu mulai menyimpan dan menyusun keuangan dengan lebih bijak.

“Mungkin dulu asuransi dianggap tidak penting. Namun saat ini menjadi booming dan tersebut tentunya peluang bagi usaha asuransi, ” jelas Harun saat kegiatan virtual Axa Mandiri FGD Potensi & Tantangan Bisnis Asuransi di masa pandemi, Selasa (2/3/2021).

Hal yang sama serupa diamini oleh Chief Bussines and Distribution Axa Mandiri, Theodores Tangke yang mengiakan bisnis asuransi ditengah pandemi juga menghadapi tantangan. Salah satunya, harus mengubah strategi promosi karena tak bisa bertatap muka langsung dengan calon nasabah.

“Tahun ini kami tarikh ini akan lebih mengoptimalkan digitalisasi. Termasuk akan meluncurkan produk baru. Salah utama produknya akan menyasar bagian menengah ke bawah atau mikro dengan pertimbangan situasi perekonomian, ” beber Theodores.

Axa Mandiri pada 2020 sendiri mengagendakan klaim asuransi sebesar Rp4, 8 triliun. Jumlah permintaan yang dibayarkan tersebut turun dibandingkan dengan 2019, dengan mencapai Rp5, 3 triliun.

Diakui minat untuk membeli produk asuransi terus meningkat, tetapi sebab kondisi pandemi maka kekuatan membeli produk asuransi pun menjadi turun. Saat tersebut ada kecenderungan nasabah memilih perlindungan premi yang murah.

“Untuk mengcover itu, tahun ini saya berupaya memperluas penjualan asuransi mikro dengan premi gampang mulai Rp 50. 000, ada pertanggungan jiwa & rumah sakit, dan tersebut diharapkan bisa membantu segmen mikro, ” tandasnya. [rea/ted]