Sumenep (beritajatim. com) – Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep, Letkol Infanteri Nurkholis memastikan bahwa anggotanya tidak hendak memihak pasangan calon (paslon) manapun dalam Pilkada Sumenep 2020.

“TNI harus netral. Gak boleh ada yang memihak tersebut atau itu, ” katanya era ‘cangkrukan’ bersama media di Makodim Sumenep, Sabtu (17/10/2020).

Ia bahkan meminta awak jalan apabila menemukan ada indikasi bagian Kodim yang memihak ke salah satu paslon di Pilkada, agar dilaporkan langsung ke dirinya. “Kalau tersedia anggota saya yang kelihatannya mulai miring-miring di Pilkada, laporkan ke saya langsung. Saya yang mau menjatuhkan sanksi, ” ujarnya.

Nurkholis berniat agar seluruh elemen masyarakat tercatat media, bersedia ikut menjaga situasi yang kondusif, baik menjelang, hari H, maupun pasca Pilkada. “Kita perlu terus bersinergi dan berkomunikasi. Kalau ada apa-apa, silahkan tepat kontak saya. Saya terbuka buat siapa saja, ” ujarnya.

Kabupaten Sumenep menjadi satu-satunya kabupaten di Madura yang menunaikan pemilihan bupati dan wakil bupati pada 9 Desember 2020. Pilkada Sumenep diikuti dua paslon, yaitu Ach. Fauzi – Hj. Buah hati Khalifah sebagai paslon nomor urut 1, dan Fattah Jasin – KH Ali Fikri sebagai paslon nomor urut 2. (tem/kun)