Ponorogo (beritajatim. com) – Lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Ponorogo akhirnya cukup pesat. Dari data milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo pembukaan pandemi pada bulan Maret maka akhir Agustus, kasus naik tenggat menjadi 265.

“Masuk bulan September, perkembangannya naik drastis. Bulan itu saja, ada penambahan 165 kasus, ” kata Besar Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Minggu (4/10/2020).

Bunga 165 kasus dalam sebulan tersebut bisa dibilang cukup tinggi. Kalau dikalkulasikan kenaikannya mencapai 250 komisi per bulan. Berpatokan pada kemajuan di bulan tersebut, Dinkes melangsungkan analisa, dengan melakukan penghitungan lonjakan kasus dalam tiga bulan ke depan. Dimana rinciannya ada tambahan kasus setiap hari, bahkan tambahan bisa mencapai 10 kasus. Oleh karena itu, jika dikalkulasi pada akhir Desember tidak menutup kemungkinan bisa menyentuh 2. 265 kasus.

“Angka itu hanya analisa hisab diatas kertas, serta upaya pengendalian tidak dilakukan secara maksimal, ” katanya.

Maka dari itu, supaya analisa perhitungan tersebut tidak terjadi di akhir tarikh, kata Rahayu mulai sekarang menetapkan dilakukan pengendalian secara maksimal. Perlu langkah-langkah pengendalian konkrit yang dikerjakan. Irin sapaan akrab drg. Rahayu Kusdarini mengatakan, dari hasil harmonisasi terakhir, diputuskan sejumlah kegiatan kudu dihentikan. Seperti kegiatan kesenian serta olahraga. Kemudian memasifkan operasi yustisi, dilaksanakan setiap hari untuk mendisiplinkan masyarakat dalam menaati protokol kesehatan tubuh. Sedangkan untuk acara pernikahan masih boleh dilakukan, namun harus memenuhi syarat-syarat yang ketat.

“Jadi prediksi 2000 kasus itu tidak akan terjadi, jika pengoperasian dilakukan secara massif dan optimal. Sehingga masyarakat disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, ” pungkasnya. [end/but]