Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Trenggalek (beritajatim.com) –  Mulai dari berkunjung, mendengarkan cerita semasa perjuangan, serahkan bantuan sosial hingga minta doa untuk kebaikan Trenggalek. Ini yang dilakukan Forkopimda Trenggalek saat kunjungi Mursad (94 tahun) warga Kelurahan Kelutan yang merupakan salah satu anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Setelah melaksakan upacara peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan RI di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dan jajaran Forkopimda  melakukan serangkaian kegiatan.

Diantaranya  mengikuti detik-detik proklamasi secara virtual, penyampaian remisi bagi warga binaan Rutan kelas 2B Trenggalek dan mengunjungi salah satu anggota LVRI  dan meninjau 17 bedah rumah tidak layak huni.

Mursat (94) anggota LVRI tertua saat ini dipilih untuk dikunjungi jajaran Forkopimda Trenggalek tersebut. Sejumlah bantuan sosial disiapkan untuk meringankan salah satu pelaku sejarah kemerdekaan ini melewati hidup dimasa Pandemi Covid 19.

Diusia senjanya, Mursat tidak menyangka mendapatkan kunjungan dari para pemangku kebijakan di tanah kelahirannya tersebut. Tentunya perasaan senang dan bangga bisa mendapatkan kunjungan ini.

Mursat sendiri dikenal sebagai sosok yang baik, bahkan sosok yang dituakan dilingkungannya.

“Beliau menjadi modin selama 27  tahun di Kelurahan Kelutan. Dikenal cukup baik sebagai tokoh agama, sesepuh dan tokoh masyararakat oleh masyarakat sekitar,” ujar Rohmat Pamuji, Lurah kelutan, Selasa (17/8/2021).

Tidak hanya sekedar menyampaikan bantuan sosial, Bupati Arifin  yang saat itu didampingi wakilnya, Syah Muhamad Natanegara, Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Arh. Uun Samson Sugiharto dan Kapolres Trenggalek, AKBP Dwiasi Wiyatputra meminta doa kebaikan untuk Trenggalek kepada beliau.

Dalam kunjungannya Forkopimda juga sempat mendengarkan cerita bagaimana perjalanan Mursat muda bisa bergabung menjadi tentara dan ikut berjuang melawan penjajah.

Menjadi tentara dan berjuang melawan penjajah memang sudah menjadi cita citanya sejak kecil.

“Nem neman kulo (saat muda saya), saya ingin menjadi tentara,” ujar Myrsat menceritakan kisahnya.

Berangkat ke Tulungagung, pria 94 tahun ini melamar menjadi tentara. Suaranya masih lantang meskipun pendengarannya sudah mulai berkurang. Dibantu anaknya, pria usia senja ini mencoba menceritakan perjalanan hidupnya semasa perjuangan dan menjawab pertanyaan pertanyaan dari Bupati maupun anggota Forkopimda lainnya.

Bupati Arifin  yang saat itu didampingi wakilnya, Syah Muhamad Natanegara, Dandim 0806 Trenggalek, Letkol Arh. Uun Samson Sugiharto dan Kapolres Trenggalek, AKBP Dwiasi Wiyatputra saat kunjungi Veteran

Kepada Bupati Arifin Mursat bertutur, tergabung dengan Laskar Hisbullah. “Saat menjadi tentara saya diterima Pak Muhajir (Letnannya kala itu) dan pimpinan saya Pak Dul Ngalim,” ungkap kakek ini sambil mengulang-ulang ceritanya karena  memang usianya yang sudah senja.

Kepada Bupati Trenggalek, kakek ini membenarkan dirinya ikut dan tahu peristiwa 10 November di Surabaya. Sempat ditugaskan ke Kediri untuk melawan penjajah, namun Mursat dipulangkan ke rumahnya, begitu tentara lainnya karena kondisi sudah aman tidak ada lagi Belanda.

Sementara itu, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menampik apa yang dilakukannya bersama jajaran Forkopimda dinilai sebagai bantuan. Karena menurutnya apa yang disampaikan sangat tidak sebanding dengan perjuangan mereka.

Bupati Arifin lebih memilih kegiatan yang dilakukannya dinilai sebagai kegiatan sambung silaturahmi. “Rata rata para pejuang veteran ini sudah sepuh semua, sehingga butuh vitamin dan yang lainnya untuk menjaga imunitas tubuh,” terangnya.

Ditambakan olehnya dengan berkunjung secara langsung diharapkan sebagai generasi  dapat meneladani perjuangan para pendahulu, “perjuangan mereka jauh lebih berat dibandingkan kita saat ini. Semoga ini menjadi pembelajaran berharga untuk kita terus bangkit dari segala terpaan yang ada,” tandasnya. [nm/ted]