Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Mojokerto (beritajatim. com) – Berawal dari tugasnya di Lebanon pada 2014 lalu, seorang prajurit TNI AD yang bertugas dalam Kodim 0815/13 Mojokerto mengembangbiakkan bibit tanaman buah tin. Di lahan seluas separuh hektare, ia sukses mengirim tanaman yang dIkenal secara sebutan ‘Buah Surga’ tersebut ke mancanegara.

Ditemui di rumahnya pada Desa Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Koptu I Wayan Sudiasa mengaku terseret membudidayakan tanaman buah tim setelah bertugas di Lebanon, Timur Tengah. Warga Lebanon banyak yang membudidayakan flora buah tin

“Di Lebanon banyak tanaman buah tin ditanam warga sehingga beta tertarik untuk membudidayakan. Sesudah saya pulang dari Lebanon, tahun 2014 lalu beta langsung membudidayakan tanaman pokok tin. Awalnya di dasar rumah dan berkembang, saya punya lahan seluas 1/2 hektar, ” ungkapnya, Sabtu (6/3/2021).

Anugerah keuletannya dan kegemarannya bertanam, ia sukses membudidayakan tanaman buah tin. Dibantu tiga orang karyawan, anggota Babinsa Windurejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini mampu mengirim bibit tanaman buah awak sampai ke mancanegara. Seperti Malaysia, Bangladesh, ke Vietnam, Malaysia, hingga negara dalam Benua Eropa.

“Kalau pendapatan satu bulan kurang lebih Rp 20 juta sampai Rp 30 juta, tapi itu belum kepotong itu biaya berlaku. Ada 30 jenis flora buah tin yang kami budidayakan, mulai dari Brown Turkey, Panache Tiger, Green Jordan, Regato Popone, Jolly Tiger varigata dan Negron long the out. Tapi yang paling diminati rekan, Jolly Tiger Varigata, ” katanya.

Jenis tanaman buah tin Jolly Tiger Varigata, keunikannya terdapat di buahnya yang berwarna & memiliki daun berwarna hijau. Pada setiap harinya, usai menjalankan perintah sebagai abdi negara, dia selalu menyempatkan diri buat bercocok tanam di parak maupun di halaman vila miliknya.

“Kendalanya di Indonesia saat musim dengan curah hujan yang tinggi seperti saat itu, untuk berkebun memang membutuhkan green house untuk melindungi dari curah hujan. Sebab cuaca di Indonesia berbeda dengan di wilayah Timur Tengah. Tapi alhamdulillah, bakal tanaman buah tin itu tembus mancanegara, ” ujarnya.

Dari parak yang dimilikinya, dalam mulia bulan ia mampu menjual lebih dari 3. 000 bibit cangkokan tanaman buah tin dengan harga berangkat Rp35 ribu sampai Rp50 ribu tergantung jenisnya. Pada pemasarannya, ia mengandalkan jalan sosial sehingga ia berharta mengirim hingga mancanegara.

“Sebagian kita online dan selalu ada reseller pembeli yang datang ke kebun buat dijual kembali. Memang tanan buah tin ini dinilai mampu mengobati segala ragam jenis penyakit sehingga biar tidak banyak yang mengembangbiakkan tapi banyak yang cari, ” ujarnya.

Dari hasil budidaya flora buah tin ini, adam kelahiran Pulau Dewata, Bali ini mampu membeli sendi, tanah untuk memperluas kebun hingga mengkembangkan ke usaha rental mobil tanah kelahirannya. [tin/but]