Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Malang (beritajatim.com) – Baliho bergambar Puan Maharani banyak tersebar di Kabupaten Malang. Sejumlah kritik perihal baliho bergambar Ketua DPR RI itu pun tak pembuat DPC PDIP di Kabupaten Malang geram. Sebaliknya, santun dan biasa saja.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang yang juga Kepala BAGUNA PDIP, Abdul Qodir menyatakan, pihaknya selalu konsisten melakukan kegiatan-kegiatan yang berorientasi kepada nilai-nilai kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat seperti yang diamanahkan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Termasuk melakukan kegiatan gotong-royong secara bersama seluruh elemen partai. Tujuannya, membantu masyarakat yang saat ini tengah terdampak baik secara kesehatan maupun ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Kami hadir secara bersama-sama dengan relawan SanDi memberikan bantuan kepada masyarakat untuk membuktikan bahwa kita hadir tidak hanya pada saat momentum Pileg dan Pilkada saja,” tegas Adeng, sapaan akrab Abdul Qodir di sela-sela kegiatan aksi sosial pembagian Paket Sembako dan Vitamin kepada warga Isoter di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Sabtu (7/8/2021).

Menurut Adeng, PDIP tak punya banyak waktu untuk memikirkan hal hal remeh seperti baliho tersebut. Pasalnya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, dalam kondisi krisis karena pandemi Covid-19 ini, dia berharap seluruh elemen Bangsa Indonesia harus berkolaborasi bersama, saling bahu-membahu.

“Kami akan selalu hadir disaat masyarakat sekarang ini membutuhkan uluran tangan, sebagaimana yang disampaikan Ibu Ketua Umum (Prof. Dr. Hj. Megawati Soekarnoputri) di PDI Perjuangan puncak tujuan berpartai adalah memberi manfaat kepada masyarakat, bangsa dan negara,” terang Adeng.

Spirit gotong-royong, lanjut dia, merupakan modal dasar untuk bisa keluar dari kondisi krisis dan ketaatan untuk mematuhi anjuran pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan. “Kader PDI Perjuangan bersama relawan SanDi akan terus menjalankan kerja-kerja kemanusiaan dengan Prokes yang diterapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Soal baliho Puan Maharani yang banyak memantik reaksi sejumlah pihak, Adeng pun menanggapi dengan santai. Bagi Adeng, pihak-pihak yang memberikan komentar negatif akan keberadaan baliho gambar mbak Puan tersebut tidak mengetahui gerakan-gerakan kerakyatan yang sudah secara rutin dilakukan oleh PDI Perjuangan. “Allahummahdi qaumi fainnahum la ya’lamun (Ya Allah, berilah petunjuk kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengerti),” Adeng mengakhiri. (yog/kun)