Sidoarjo (beritajatim. com) – Puluhan anggota paguyuban penarik becak Sidoarjo mendatangi Posko Pemenangan Paslon Nomor 2 H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) – H. Subandi, Kamis (15/10/2020). Itu berharap cabup dan cawabup yang diusung oleh PKB dan dibantu Partai NasDem serta PSI Sidoarjo ini menyiapkan program-program yang bisa menyejahterakan warga miskin (wong cilik).

“Kami siap mengambil Paslon nomor 2 (Gus Muhdlor-Subandi). Tapi, kami juga menaruh tumpuan dan menitipkan pesan agar era terpilih menjadi Bupati dan Pemangku Bupati Sidoarjo mau memikirkan ketenteraman wong cilik seperti kami ini, ” kata Cak Pa’i (54) penarik becak asal Buduran, pada acara Subuh Berkah, Kamis (15/10/2020).

Menurut dia umumnya para calon Bupati dan Pengantara Bupati selalu meminta dukungan perkataan ke rakyat kecil. Akan tetapi, saat jadi program kerjanya justru tidak ada yang memikirkan kalangan bawah seperti dirinya dan rekan-rekannya itu.

“Kalau bisa kami diberi kesempatan berupa program agar rakyat mungil seperti kami yang berpenghasilan pas-pasan, untuk mencukupi kebutuhan keluarga diperhatikan. Apalagi nasib penarik becak saat ini semakin tersingkir, ” keluhnya.

Haris, salah seorang relawan Gus Muhdlor-Subandi menilai berbagi terbengkalai bungkus dalam ‘Subuh Berkah’ ialah satu diantara kegiatan berbagi berkah buat warga yang kurang mampu. Rencananya acara bagi-bagi nasi bungkus itu digelar secara bergiliran di berbagai wilayah di Sidoarjo.

“Kami yakin Subuh itu menjelma pembuka pintu rizki. Karena itu, relawan ingin menggelar kegiatan Subuh Berkah dengan berbagi itu dengan kontinyu, ” tegasnya.

Sementara Cabup Gus Muhdlor menanggapi harapan para penarik becak tersebut hampir sebagian besar dari 17 program unggulan Gus Muhdlor-Subandi mengingat kesejahteraan kalangan menengah ke kolong.

Diantaranya, gratis makan tiap keadaan bagi warga miskin, berobat serta BPJS gratis, dan pembukaan 100. 000 lapangan kerja baru. “Insya Allah semua program kami akan berpihak kepada rakyat kecil. Sebab di Sidoarjo jumlah orang kalangan menengah ke bawah lebih besar dibandingkan kalangan menengah ke untuk. Kami akan menjalankan amanah serta titipan itu, ” janji alumnus Unair Surabaya itu.

Selain itu, juga ada program 10. 000 bea siswa pelajaran, kenaikan insentif guru ngaji dan guru agama. Sekaligus peningkatan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT), instruktur swasta dan tenaga honorer. Apalagi juga ada peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan kader posyandu.

“Kami juga menyiapkan kalender Kartu Usaha Perempuan Mandiri (Kurma) dengan nilai bantuan Rp 5 juta sampai Rp 50 juta per kelompok. Itu bisa menjelma stimulus modal usaha mikro ibu-ibu famili (perempuan) agar tidak berpegang pada suaminya saja, ” tandasnya. [isa/suf]