Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Penerimaan Peserta Didik Gres (PPDB) Surabaya 2021 balik menjadi sorotan. Pelaksanaan kebijaksanaan yang diterapkan di tahun ini ditengarai menjadi sebab banyaknya kejanggalan yang berlaku.

Ketua Koalisi Pelajar Surabaya (APS), Mirza Akmal Putra menyampaikan kalau mulai dari Jalur Isbat Mitra Warga hingga Sabuk Prestasi ditemukan beberapa kejanggalan. Yakni, antara lain banyak siswa yang terdaftar sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) belum bisa mendapatkan sekolah melalui Jalur Afirmasi.

“Selain itu, pada Jalur Hasil juga ditemukan beberapa keganjilan, seperti migrasi massal keluaran beberapa SD saja dengan mendominasi SMP Negeri di Surabaya dengan rata-rata biji yang terlampau tinggi, ” kata Mirza, sapaan akrabnya melalui rilis yang diterima beritajatim. com, Rabu (23/6/2021).

“Aliansi Pelajar Surabaya mendorong Dinas Pendidikan Surabaya untuk lebih selektif mengawasi dan mengevaluasi metode penilaian guru terhadap bujang didiknya. Jangan sampai pemberian nilai didasarkan atas alasan-alasan subyektif, ” imbuhnya.

Senada dengan Mirza, Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya, Aryo Seno Bagaskoro mengharapkan proses PPDB Surabaya 2021 dapat berjalan transparan.

Seno, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa asas transparansi yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan sistem online, namun masyarakat harus senantiasa dilibatkan pada proses yang sedang berlaku.

“Jika tidak dibarengi secara layanan yang responsif serta terbuka dari Dinas Pendidikan, tidak salah apabila banyak masyarakat berasumsi bahwa PPDB tahun ini akan ‘memakan’ korban. Bagi yang invalid berhak mengambil jatah yang lebih berhak. Atau menjadi momen saling terkam dan saling resah antarpelajar serta orangtua murid, ” katanya.

Seno mendorong agar Dinas Pendidikan Surabaya lebih terbuka terhadap cara diskusi dengan pihak-pihak dalam luar instansinya, seperti bagian Dewan Pendidikan, DPRD, komentator, serta komunitas orangtua murid dan pelajar untuk menyimpan layanan PPDB yang ulung bagi Calon Peserta Asuh Baru (CPDB).

“PPDB seharusnya menjadi ketika transisi pendidikan yang membiarkan, bukan terus menerus menjadi momok bagi semua. Urusan pendidikan adalah urusan beserta yang menyangkut masa aliran, bukan urusan Dinas Pendidikan sendirian, ” pungkasnya. [tok/suf]