Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim. com) – Asosiasi Peternak dan Distributor Sarang Walet Indonesia (APPSWI) mengadu ke Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (24/4/2021).

Mereka mengadu karena banyak pelaku UMKM yang berjalan di industri sarang walet di Jatim terancam gulung tikar, karena rumitnya perizinan dan penggerebekan dari aparat kepolisian, akibat kurangnya sosialisasi susunan dari Kementerian Pertanian.

Kepala Umum APPSWI, Wahyudin Husein yang datang bersama sebesar pengurus menjelaskan, kedatangannya ini dalam rangka meminta perlindungan dari aksi kepolisian dengan menggerebek rumah industri rumah walet.

“Bagaimanapun kalau aturan itu atau aparat penegak hukum dan merta melakukan itu, ana akan terganggu sekali. Teman-teman mengeluh sekali, usaha-usaha UMKM yang karyawannya liima, sepuluh orang itu sekarang ini berhenti bekerja semua, ” kata Wahyudin setelah bertemu Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (24/4/2021).

Wahyudin menerangkan, kira-kira anggota APPSWI di Kota Surabaya digerebek dengan dasar tidak punya izin Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dengan dibuat Kementan, yakni cetakan 11 tahun 2020, sejenis juga dengan aturan turunannya.

“Mestinya awak ini sebagai asosiasi dikasih waktu untuk sosialisasi pembinaan begitu, jadi kemudian jangan serta merta terus kemudian aparat penegak hukum menyelenggarakan itu. Ya susah semua apalagi menjelang lebaran demikian ini kita kan sulit, ” terangnya.

APPSWI meminta waktu sekitar tiga sampai enam bulan buat mensosialisasikan aturan dari Kementan dan memfasilitasi anggotanya untuk mengurus segala perizinan, sehingga Wahyudin juga berharap Gubernur Jatim dapat berkoordinasi secara aparat penegak hukum. Ini supaya tak melakukan penangkapan karena ada sekitar ribuan karyawan industri sarang walet akan terancam tak dapat bekerja.

“Kami menduga bahwa terbitnya Kementan itu sarat dengan kepentingan-kepentingan tertentu, kami menduga begitu. Karena akibatnya perijinan tersebut tidak pro UMKM, tersebut hanya bisa yang pengusaha kelas besar, yang UMKM ini akan mati semua padahal Jawa Timur itu ribuan puluhan ribu, ” tuturnya.

Plt Kadis Peternakan Jatim, Muhammad Gunawan Shaleh yang menemui APPSWI bersama Gubernur Khofifah mengatakan, pihaknya akan melaksanakan permintaan tenggang waktu yang diperlukan asosiasi pengusaha UMKM sarang walet.

“Kami nanti juga sepakat akan berkirim surat ke Kementerian dalam rangka untuk pembinaan, meskipun kami dengan lisan sebenarnya komunikasi dengan pusat sudah ada. Cuma nanti kita resminya hendak dari apa yang diinginkan dari asosiasi nanti sampaikan kepada pusat, ” pungkasnya. (tok/kun)