Jackpot hari ini Result Sidney 2020 – 2021.

Surabaya (beritajatim.com) – Setiap orang tentunya ingin bisa berkembang dalam menjalani hidup. Terjebak di keadaan yang sama bisa memicu stress dan membuat seseorang menjadi kehilangan motivasi. Terus berpikir tanpa ada tindakan akan menjadi sia-sia, karena tidak ada aksi yang dilakukan agar perkembangan diri bisa terwujud. Bisa juga disebabkan oleh rasa takut yang berlebihan, takut akan kegagalan, takut akan komentar orang lain, dan banyak hal.

Proses berkembang bisa dimulai dari hal hal kecil, bisa juga dengan membaca buku-buku mengenai self improvement, yang diharapkan dapat memberi motivasi kepada diri sendiri. Buku-buku ini tak hanya berisi teori, namun mengajarkan kita bagaimana untuk bertindak langsung. Kami rekomendasikan beberapa buku terbaik mengenai self improvement yang wajib kalian baca.

1. Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Buku karya Mark Manson ini memiliki judul asli The Subtle Art of Not Giving A F*ck. Diterbitkan pada tahun 2016, buku ini masuk dalam jajaran buku best seller The New York Times dan Washington Post akibat kejujuran Mark dalam penulisannya. Bagi orang-orang yang merasa tidak bahagia, takut akan komentar orang lain akan ditampar oleh Mark melalui buku ini. Melalui kalimat yang tidak bertele-tele, ia mengingatkan pembaca agar tidak manja dalam menghadapi kenyataan dan mulai bersikap bodo amat pada apa yang orang pikir atau bicarakan.

2. I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki

Buku yang menjadi best seller di Korea Selatan ini merupakan hasil tulisan Baek Se Hee. Bercerita tentang pengalaman pribadi penulis, di mana ia harus melakukan pengobatan ruitn dengan psikiater. Melalui dialognya dengan sang psikiater, Baek Se Hee menuliskan gangguan psikis yang ia alami dan beragam tekanan yang ia rasakan. Tak lupa ia juga memberikan cara-cara untuk menanganinya, bagaimana seseorang harus bisa berdamai.

3. You Do You : Discoverigng Life Through Experiments & Self-Awareness

Buku yang satu ini ditulis oleh penulis asal Indonesia, yaitu Fellexandro Ruby atau akrab disapa Ko Ruby. Menceritakan tentang anak muda yang merasa bingung dan risau tentang karis, bisnis, keuangan, dan percintaan. Secara sederhana disampaikan oleh penulis bahwa permasalahan itu datang diri sendiri. Kita memiliki hak untuk menentukan kehidupan karena memang diri kita sendiri yang menjalaninya. Tak ketinggalan, Ko Ruby juga menyematkan cara-cara agar kita bisa keluar dari quarter-life crisis. Penggunaan bahasanya sangat mudah dipahami sehingga kita tidak akan bosan.

4. The Power of Habits

Karya Charles Duhigg ini mengisahkan tentang bagaimana kebiasan masyrakat dalam berkehidupan. Dilengkapi dengan kasus nyata yang diambil dari kehidupan orang orang dengan berbagai macam background pekerjaan. Setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk mengubah kebiasaan, meskipun hal tersebut dirasa mustahil. Lewat buku ini, Charles ingin mengajarkan kita bagaimana menyeleksi kebiasaan yang kita lakukan, sehingga kebiasaan yang tidak penting ini bisa terbuang. [mnd/but]