Jember (beritajatim. com) – Kalangan kiai, pesantren, dan alumni pesantren sudah meluluskan mendukung pasangan calon bupati Hendy Siswanto dan calon wakil bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman pada pemilihan kepala daerah, di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Firjaun mengatakan, sudah ada pertemuan khusus kalangan pondok pesantren itu. “Ada 20 pesantren, dan masih banyak yang akan menyusul. Kemarin agak mendadak, sosialisasi kurang, ada (perwakilan) 20 pesantren besar Jawa dan Madura yang bertemu. Serta dikotomi Jawa-Madura akan kami tandas lewat pertemuan ini, ” katanya, Rabu (4/11/2020).

“Kekuatan para kiai, pesantren, dan alumni sudah sepemahaman, satu garis, serta sepakat melangkah bersama. Cuma tombolnya belum ditekan. Ada sebagian pondok yang sudah mengeluarkan maklumat (dukungan). Ini yang saya sebut bincul, ” kata Firjaun.

Menurut Firjaun, selain ada yang sudah mengeluarkan maklumat, beberapa kalangan pesantren mengeluarkan pernyataan dukungan secara lisan. “Kami harapkan ada kesesuaian seperti waktu pemilihan presiden, tersedia semacam imbauan atau maklumat untuk santri dan alumni. Saya taksir ini akan jadi kekuatan tersisih, karena (alumni) semua pesantren mulia di Jawa dan Madura hampir semua ada di Jember, ” katanya.

Firjaun menyebut kepatuhan santri tersebut masih bisa diandalkan. “Jadi buat pondok-pondok salaf betul-betul ada kepatuhan kepada kiai. Untuk itu awak optimistis, ” katanya.

“Nanti akan kami tindaklanjuti. Barangkali secara periodik (ada pertemuan) besar atau tiga bulan sekali. Tersebut tengah disusun pengurusnya. Ini oleh karena itu entry point, karena pilkada siap menyatukan beberapa elemen pesantren dengan selama ini masing-masing memiliki organisasi sendiri. Dengan ini kemudian menjelma satu karena mempunyai tujuan serta garapan yang sama untuk mendirikan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah haji di Jember, ” katanya.

Hendy dan Firjaun mau membenahi Jember jika terpilih pada pilkada. “Dalam dunia kami, meninggalkan sesuatu tidak pada tempatnya adalah sebuah kezaliman, dan ini harus dihentikan. Kemudian, menegakkan keadilan, sebab menjadi kebutuhan warga, termasuk kelompok disabilitas, ” kata Firjaun.

Sementara untuk kalangan pondok, Hendy dan Firjaun ingin eksistensinya lebih dirasakan masyarakat. “Kami jadi membantu menyediakan sarana prasarana buat kemajuan pesantren, dengan tidak mengintervensi independensi pesantren. Silakan pesantren menggelar metode, karakteristik, ciri khasnya. Pemerintah akan memfasilitasi, ” kata Firjaun. [wir/ted]